![]() |
| (Doc. Istimewa) |
Penulis : Diah kemala Dewi
Di tengah kehidupan yang serba modern ini,bulan puasa ramadhan sering kali diartikan secara sederhana sebagai tindakan menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Bulan ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Akan tetapi mempunyai makna yang jauh lebih dalam, karena bulan ramadhan adalah waktu untuk membersihkan diri, memperbaiki hati, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Dalam Al-Qur’an, Allah telah berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Beberapa makna penting ramadan diantaranya:
1. Melatih pengendalian diri
Puasa mengajarkan kita menahan hawa nafsu bukan hanya makan dan minum, tetapi juga menahan amarah, ucapan buruk atau kasar, dan perbuatan yang tidak baik lainnya.
2. Meningkatkan ketakwaan
Tujuan utama puasa adalah menjadi lebih bertakwa. Kita diajak lebih sadar bahwa Allah selalu melihat setiap perbuatan dan amalan kita.
3. Menumbuhkan empati kepada sesama
Dengan merasakan lapar dan haus, kita lebih memahami keadaan orang-orang yang kekurangan. Ini menumbuhkan rasa peduli, berbagi, dan memperbanyak sedekah di bulan ramadhan.
4. Waktu memperbaiki diri
Ramadan adalah kesempatan untuk memperbanyak ibadah seperti : membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat malam, dan memperbaiki akhlak per individu manusia.
5. Membersihkan hati dan jiwa
Ramadan menjadi momen untuk memaafkan, meninggalkan kebiasaan buruk, dan memulai hidup yang lebih baik lagi dari hari-hari sebelumnya.
Referensi :
https://islami.medanaktual.com/
Editor : Redaksi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar