Breaking News
recent

KECEWA HASIL KLARIFIKASI JANJI REKTOR PEMBEBASAN UKT , PRESIDEN MAHASISWA IAIN LANGSA NYATAKAN MOSI TIDAK PERCAYA

(Doc. Juhel Mitha) 
Suasana forum klarifikasi antara DEMA IAIN Langsa dan jajaran pimpinan kampus terkait realisasi pembebasan UKT mahasiswa korban banjir. Pertemuan tersebut berakhir dengan pernyataan mosi tidak percaya yang disampaikan Presiden Mahasiswa. Senin, (08/6/2026).

Penulis: Anggun Najela

Langsa, Zawiyah News - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap pimpinan kampus. Pernyataan tersebut disampaikan usai forum klarifikasi terkait realisasi pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa korban banjir yang digelar di Ruang Wakil Rektor III IAIN Langsa. Senin, (08/6/2026).

Forum tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Kepala Biro, serta jajaran pengurus DEMA IAIN Langsa. Namun, pertemuan yang diharapkan menjadi ruang penyelesaian persoalan justru dinilai tidak menghasilkan kepastian maupun kejelasan hukum bagi mahasiswa terdampak banjir.

Langkah DEMA bermula dari surat resmi Nomor: B.007/In.24/OT.00/DEMA-IAIN/05/2026 tertanggal 3 Juni 2026 tentang Permintaan Klarifikasi dan Kepastian Realisasi Pembebasan UKT Mahasiswa Korban Banjir. 

Dalam forum tersebut, Presiden Mahasiswa mempertanyakan komitmen Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nst., M.A., terkait sejumlah janji yang sebelumnya disampaikan kepada publik melalui media Harian Daerah. Adapun janji tersebut meliputi pembebasan UKT selama dua semester atau satu tahun akademik, bantuan perlengkapan kuliah, bantuan tanggap darurat sebesar Rp.500 ribu hingga Rp.1 juta, serta komitmen agar tidak ada mahasiswa yang mengambil cuti maupun drop out akibat dampak ekonomi pascabanjir.

Namun, menurut Ketua DEMA, Afsal Sabil, pihak rektorat belum mampu menunjukkan dokumen resmi maupun mekanisme teknis terkait realisasi bantuan tersebut.

“Kami menghadiri forum ini dengan harapan membawa pulang kepastian hukum. Namun hingga pertemuan berakhir, pihak rektorat belum dapat memberikan klarifikasi yang jelas. Alih-alih memperoleh jawaban dan kepastian, kami justru mendengar penjelasan yang berputar-putar,” ujarnya. 

DEMA IAIN Langsa menilai pimpinan kampus telah gagal memberikan kepastian konkret terhadap nasib mahasiswa korban banjir. Mereka juga menilai janji yang sebelumnya disampaikan belum terealisasi secara nyata dalam sistem akademik maupun administrasi kampus.

Atas dasar tersebut, Presiden Mahasiswa secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap pimpinan IAIN Langsa. DEMA berharap pihak kampus segera memberikan keputusan yang jelas dan berpihak kepada mahasiswa terdampak banjir agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

Editor : Redaksi



Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.