Breaking News
recent

Pengingat Peduli Rohingya

Oleh : Ilham Ridwan

Hari ini teriakan-teriakan lantang itu terus bergema nyaring di seantero negeri dan diseluruh dunia. Mulai dari embargo,hinaan,kutukan,kecaman,tuntutan pencabutan nobel perdamaian yang diraih oleh aung san suu kyi,tuntutan agar sang penyebar teror kebencian Ashin Wirathu diadili ke mahkamah internasional bahkan hingga pengusiran dubes myanmar dari indonesia.

Bukan.
Bukannya langkah ini tidak perlu,tapi hendaknya ini merupakan langkah akhir dari usaha panjang kita sebagai upaya perjuangan nyata untuk membebaskan saudara kita muslim rohingya dari jerat nestapa keteraniayaan dengan balutan ketidakpastian nasib.

Tanpa bermaksud menafikkan diri dan menutup mata serta telinga atas semua ketertindasan yang melanda mereka,saya mengajak agar kita semua lebih berperan aktif,solutif dan inovatif dalam mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan konflik yang mendera mereka sebagai wujud warga negara kesatuan republik indonesia yang baik dengan predikat penduduk dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia dengan keistimewaan sebagai salah satu "raja" di kawasan Asia Tenggara dalam lingkup ASEAN.

Dengan tanpa maksud mengerdilkan peran lebih besar yang seharusnya ada,diusung,diemban dan berasal dari lembaga perserikatan bangsa-bangsa (PBB),kita percaya bahwa pemerintah dan penguasa kita hari ini tentu masih memiliki nurani dalam menyikapi masalah mereka.

Kita percaya bahwa pemerintah dan penguasa kita juga hari ini tentu masih ingat akan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan kita dimasa lalu yang diraih dengan darah dan air mata oleh para pahlawan pendahulu kita dengan harga yang tidak murah.

Dan sudah sepatutnya pula kita sebagai warga negara yang baik juga masih menaruh kepercayaan dan keyakinan yang tinggi kepada pemerintah dan penguasa kita hari ini bahwa kita adalah bangsa merdeka yang berdaulat dan menjunjung tinggi asas-asas kemanusiaan seperti yang tertuang dalam amanah UUD 1945.

Bahwa "KEMERDEKAAN ITU ADALAH HAK SEGALA BANGSA DAN OLEH SEBAB ITU MAKA PENJAJAHAN DIATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PRI KEMANUSIAAN DAN PRI KEADILAN."

Yakinlah dan marilah kita doakan serta hendaknya mendukung bahwa pemerintah kita hari ini sedang memutar otak untuk mencari alternatif terbaik untuk menuntaskan segenap permasalahan atas etnis rohingya yang dinaungi nestapa keteraniayaan di belahan bumi yang bernama myanmar yang sedang dalam cengkeraman kekejaman junta militer yang berkuasa.

Semoga saja pemerintah dan penguasa kita hari ini mampu memberikan dan menghadirkan ide-ide yang inovatif,solutif dan juga kreatif serta melalui upaya persuasif dalam menyikapi persoalan "kejahatan kemanusiaan" massive dan terorganisir bertudung SARA yang terjadi atas etnis rohingya di distrik arakan,negara bagian rakhine,myanmar.
Semoga saja.

Satu hal yang perlu kita ingat bersama bahwa sejarah mencatat indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai luhur "budaya timur" yang lebih mengedepankan norma-norma etika dan keberadaban serta kesopanan daripada kekerasan dan anarkisme.
"Karena Aksi Nyata Adalah Doa Terbaik Kita Dan Rohingya Adalah Saudara Kita."

#StandWithRohingya
#LetsHelpRohingya
#SaveRohingya


Penulis adalah relawan dan pegiat kemanusiaan asal Kota Langsa,Aceh
Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.