Breaking News
recent

UKM Zawiyah English Club Laksanakan Pengabdian di Sekolah Merdeka

Pengabdian UKM-ZEC di sekolah merdeka

ZAWIYAH NEWS | LANGSA- pada tanggal 1 April lalu, Zawiyah English Club mengirim tiga anggotanya ke DesaTampor Paloh untuk mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Merdeka. Selama 2 minggu, Tim Pengajar Pertama telah memulai program Rural School dengan meninggalkan kesan yang luar biasa bagi siswa-siswi dan warga Desa Tampor Paloh. Lalu, seiring dengan kepulangan Tim Pertama, UKM-ZEC mengirim Tim Pengajar Kedua yang telah berangkat pada Jumat (13/4) dan akan mengabdi di sana sampai dua minggu ke depan.

Rural School Program merupakan salah satu program pengabdian yang di inisiasi oleh Founder UKM-ZEC pada tahun 2018. Program ini merupakan program kerjasama dengan Yayasan Merdeka yang diselenggarakan di SMP dan Madrasah Aliyah Merdeka Tampor Paloh. Melalui kerjasama tersebut, UKM-ZEC bertekad untuk mencapai target yang telah disetujui bersama dengan Yayasan yaitu untuk menciptakan iklim lingkungan Bahasa Inggris di Sekolah Merdeka. Target tersebut juga merupakan impian dan cita-cita pihak Yayasan yang sudah sejak lama ingin menjadikan Sekolah Merdeka sebagai sekolah bilingual.(16/04/2018)

Sekolah Merdeka yang bertempat di desa Tampor Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur merupakan sekolah yang menerima anak-anak di sekitar desa seperti Tampor Bor dan Trans untuk belajar pada tingkat SMP dan MA. Dengan modal sekeping papan, putra-putri Tampor berhak untuk sekolah sampai menamatkan Madrasah Aliyah. Kondisi sekolah yang di kelilingi oleh alam pegunungan, kelas belajar yang berbentuk balai, dan terletak di daerah pedalaman yang bahkan listrik dan sinyal belum sampai, tidak menjadi alasan bagi para siswa untuk membenamkan cita-cita tinggi mereka.

Wahyuddin, salah seorang siswa SMA kelas dua di Sekolah Merdeka mengaku memiliki cita-cita menjadi seorang interpreter.
”Saya ingin sekali menjadi penerjemah, apalagi waktu ada orang India kemarin datang kesini, setiap dia ngomong selalu diterjemahin sama penerjemahnya, coba kalau saya bisa Bahasa Inggris, saya kan bisa ngomong langsung dengan dia”, ungkapnya.
Melihat antusias para siswa serta dukungan warga, UKM-ZEC yakin target program ini akan tercapai dalam waktu secepatnya.[I.M]


Muhammad Irfan

Muhammad Irfan

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.