Breaking News
recent

Pernikahan Dini Yang Menjadi Pro dan Kontra di Setiap Tahun

Photo Google : Ilustrasi Pernikahan dini
Zawiyah News | Opini - Saat ini pernikahan dini bukanlah masalah baru yang terjadi di Indonesia. Terbukti saat ini Indonesia termasuk dalam sepuluh besar urutan Negara yang menyumbang angka pernikahan dini di Asia Tenggara. Amat disayangkan, pemberitaan ini bukanlah kabar baik untuk Indonesia, melainkan sebuah catatan peristiwa yang tidak baik yang di peroleh Indonesia di mata Asia Tenggara bahkan dunia. 

Menikah muda memang masih menjadi pro dan kontra  masyarakat di Indonesia sendiri. Karena menikah muda masih banyak kekurangannya dibandingkan kelebihannya.

Maka dari itu, saat ini pernikahan dini masih menjadi pro dan kontra dalam pernikahan itu sendiri. Namun saat ini, menikah muda sudah menjadi trend di kalamgan remaja.

Ketika sebuah pertanyaan timbul, mengapa sih memilih menikah diusia muda? Dengan rasa kepercayaan diri mereka menjawab untuk menghindari perbuatan zina. Ya, meskipun alas an mereka masuk akal akan tetapi itu bukanlah alasan yang tepat untuk memilh menikah diusia muda. 

Meskipun mereka menyadari menikah muda masih banyak pro dan kontranya , akan tetapi itu bukanlah momok yang menakutkan bagi mereka (para remaja).

Sebelum kita membahas lebih  dalam lagi tentang pernikahan dini, factor-faktor yang melatar belakanginya dan pro kontanya, maka dari itu kita akan coba mendefenisikan pengertian pernikahan dini.

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh anak remaja yang masih berusia kurang dari 19 tahun. Sementara di Indonesia sendiri, pernikahan pada umumnya dilakukan pada usia lebih dari 19 tahun.

Pernyataan ini sesuai   dengan UUD 1945 yang menyatakan bahwasanya usia pernikahan itu diatur dalam pasal 7 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974 adalah 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan.

Pernikahan merupakan impian semua orang, untuk membina rumah tangga yang bahagia, harmonis dan  memiliki kehidupan yang sejahtera. Ini yang menjadi landasan awal bagi  para remaja untuk memilih menikah.

Tanpa mereka sadari  akan banyak masalah yang timbul  setelah mereka menikah, meskipun saat ini  tidak ada yang tau masalah apa yang akan timbul dalam pernikahannya.

Dari beberapa pengalaman yang saya lihat, alasan mereka menikah muda itu atas banyak hal. Diantaranya ialah, hanya ikut-ikutan teman, dorongan orang tua,factor ekonomi,MBA ( Married By Accident), lelah dengan tugas sekolah maupun tugas kuliah dan masih banyak alasan lainnya.

Akan tetapi, pernikahan dini ini terjadi bukan hanya factor- factor diatas saja, melainkan ada factor yang memicu diri sendiri/ kemauan dari diri sendiri untuk menikah dini. Menurut sebahagian remaja,  menikah muda bukan hanya sekedar menyatukan dua hati yang berbeda untuk selamanya.

Selain itu, bagi sebahagian orang pernikahan merupakan cita-cita  atau sebuah mimpi yang harus dicapai. Jadi tak  heran jika melihat banyak sekali pernikahan dini  yang terjadi saat ini, bahkan pernikahan dini kini telah menjadi kebiasaan dan telah menjamur dikalagan remaja. Baik itu yang berlatar belakang rakyat jelata, artis, serta anak-anak dari tokoh-tokoh penting di Indonesia dan anak dari tokoh pembesar agama.

Berikut ini kita akan membahas factor- factor yang melatar belakangi pernikahan dini terjadi. Diataranya ialah:

1. Faktor ekonomi

Saat anak remaja melakukan pernikahan dini, factor ekonomi melandasi pernikahan itu. Mengapa begitu? Karena factor ekonomilah yang memaksakan atau menyebabkan orang tua mendorong anaknya untuk melakukan pernikahan dini. Dengan berbagai alasan orang tua menikahkan anaknya, diantaranya agar berkurangnya beban keluarga, dengan  mencarikan suami yang mapan untuk anaknya. Serta agar hidup bahagia anaknya setelah menikah.


2. MBA ( Married By Accident)

Penyebab selanjutnya yang menyebabkan anak remaja melakukan pernikahan dini ialah MBA, hal ini kerap kali terjadi, bukan hanya di perkampungan,desa-desa terpencil dan saat ini diperkotaan juga kerap terjadi akibat pergaulan bebas. Pernikahan seperti ini sebenarnya bukanlah sebuah pernikahan yang dilandasi atas dasar kemauan diri sendiri melainkan untuk mencari jalan keluar agar keluarga tidak malu dengan aib yang dilakukan oleh anak tersebut.

3. Lelah dengan sekolah/ kuliah

Ini juga menjadi factor  yang sering terjadi di dunia nyata, yaitu terjadinya pernikahan dini, disaat mereka telah penat melakukan aktifitas sekolah ataupun kampus mereka lebih memilih stop sekolah  dan cuti kuliah  untuk menikah. Pola fikir yang amat sempit, jika kita memutuskan kuliah hanya untuk menikah.


Meskipun kita ketahui bersama menikah itu baik akan tetapi jika harus membuat kita stop kuliah ini juga menjadi salah satu cara yang tidak baik. Karena kehidupan setelah menikah itu sangat berbeda dengan kehidupan saat kita belum menikah.

Maka jika tidak ada kekuatan mental, kesabaran yang besar maka jangan coba-coba memutuskan kuliah hanya untuk menikah. Karena ketika kita menikah sambil kuliah kita mengemban 2 tugas yang amat berat, yaitu sebagai istri dan sebagai mahasiswa. Saya harap kita bisa sama-sama berfikir kritis dalam mengambil sikap.

Pernikahan dini bukanlah solusi yang terbaik untuk menyelesaikan beberapa masalah diatas. Pernikahan haruslah adanya kesiapan dari diri baik dari lahir maupun dari bathin, harus adanya kesiapan mental, dan haruslah memiliki komitmen yang baik antara keduanya.

Berikut ini adalah dampak dari pernikahan dini.

1. Rentannya terjadi kekerasan rumah tangga ( KDRT). 

Kekerasan dalam rumah tangga kerap kali terjadi akibat konflik yang terjadi dalam rumah tangga. Menurut penemuan Plan, sebanyak 44% anak perempuan yang menikah dini mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dengan tingkat frekuensi yang tinggi, sisanya 58% mengalami kekerasan rumah tangga dengan frekuensi yang rendah.

 Hal ini disebabkan belum matangnya pemikiran. Jadi ketika ada masalah yang timbul akan adanya kekerasan fisik yang terjadi.banyak hal yang memicu terjadinya konflik dalam rumah tangga, bisa jadi financial yang tidak stabil, itu makin membuat kedua pasangan yang menikah dini merasa lelah dan berujung konflik fisik.

2. Resiko meninggal.


Dikutip dari halaman Kompas.com selain tingginya angka KDRT, perkawinan dini  berdampak pada kesehatan reproduksi anakperempuan. Anak perempuan yang berusia 10-14 tahun memiliki kemungkinan meninggal lima kali lebih besar. Saat ia hamil dan melahirkan dibandingkan dengan wanita yang menikah pada usia 20-25 tahun.

3. Terputusnya akses pendidikan. 

Ketergesaan untuk menuruti hawa nafsu dengan melangkah untuk menikah diusia muda justru bisa menjadi bumerang untuk pelaku pernikahan dini. Kenapa begitu? Ya sudah sangat jelas, telah kita ketahui bersama bahwa pernikahan diusia muda dapat menghabat pendidikan.

Bahwa  kita ketahui, jika pelaku pernikahan usia dini  yang masih duduk  dibangku sekolah itu menjadi dampak yang buruk untuknya dikemudian hari. Terkhusus untuk laki-laki yang harus memikirkan nafkah untuk istri dan anaknya setelah mereka menikah. Hal ini menjadi penghalang untuk mereka yang melakukan pernikahan dini.

Merekaa juga tak dapat mengulang pendidikan karena beban yang mereka tanggung setelah menikah jauh lebih banyak dibandingkan sebelum menikah. Pada posisi ini maka pendidikan akan menjadi terabaikan. Sangat disayangkan, pendidikan jadi dinomor duakan akibat pernikahan dini. Serta jaminan hidup untuk masa depan juga menjadi sangat kecil.

4. Depresi berat. 

Terjadinya depresi bisa saja terjadi pada pelaku pernikahan dini. Bukan tak ada sebab terjadinya depresi. Banyak hal yang memicu depresi untuk para pelaku pernikahan dini. Diantaranya ialah factor-faktor yang diatas sseperti factor ekonomi, tekanan dari masing-masing pasangan,

5. Perceraian akibat pemikiran yang belum matang. 

Amatlah disayangkan jika pernikahan dini terus-terusan terjadi dikalangan remaja Indonesia. Walaupun begitu banyak dampak yang akan terjadi akibat pernikahan muda, namun sampai saat ini  peristiwa ini masih terus terlaksana di Indonesia. 

Secara umum kita dapat menilai bahwa pernikahan dini sangat banyak memiliki kekurangan daripada kelebihannya.

Maka dari itu sebelum kalian menentukan untuk menikah muda alangkah baiknya  berfikirlah secara matang, dan mempersiapkan mental untuk menghadapi segala macam permasalah yang akan timbul setelah pernikahan.

Tanpa disadari akan banyak masalah yang tibul. Jika dalam diri ak ada kesiapan mental, financial maka jangan coba- coba untuk memilih menikah dalam usia muda.

Jadikanlah pembelajaran para-para pelaku pernikahan dini yang menyesal setelah menikah. Maka sebelum itu terjadi alangkah baiknya persiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Penulis  : Armuni

Pimred

Pimred

No comments:

Post a comment

Powered by Blogger.