Breaking News
recent

TETAP SAYANG DAN BERBAKTI KEPADANYA, MESKI BUKAN HARI IBU

Ilustrasi by : google 
Karya : Nuryatimah

Zawiyah News | Opini - Pada tanggal 22 Desember biasanya di peringati sebagai hari ibu yang hanya di selenggarakan setiap satu tahun sekali. Setiap negara dan kalangan memiliki cara yang berbeda-beda dalam memperingati hari ibu. Perayaan ini di lakukan mulai dari memberikan kado, hadiah, bunga, kue, memposting foto ibu dan memberikan ungkapan kata-kata cinta kepada ibu,  dan lain sebagainya.

Di negara indonesia, hari ibu di tetapkan sebagai hari perayaan nasional yang mengenang kembali jasa para pejuang perempuan Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa perempuan memiliki peran yang sangat istimewa, karena dia bisa menjadi seorang ibu atau istri bagi belum memiliki anak dan belum menjadi seorang ibu.

Hari ibu dalam perspektif Islam

Dalam perspektif Islam, tidak ada hari dan tanggal khusus, serta tidak termasuk ke dalam tuntunan dari Rasulullah SAW untuk merayakan hari ibu. Perayaan hari ibu bukanlah ajaran dari agama Islam, sebagaimana yang di katakan oleh Syaikh ‘Abdul Aziz Ath Thorifi Hafidzahullah, “Perayaan hari ibu adalah perayaan dari budaya barat yang tidak boleh di ikuti oleh umat Islam, karena Allah SWT sudah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua kita setiap saat, terutama ibu. Sebagai seorang muslim sudah sepantasnya tidak memperingatinya.” Dalam hal ini setiap anak di wajibkan untuk selalu mengistimewakan seorang ibu tanpa mengenal hari tertentu. (Grafi sunnah.com)

Keutamaan Berbakti kepada Ibu

Ibu adalah seorang yang paling berjasa di hidup kita yang terkadang kita tidak pernah menyadari begitu banyak hal yang di lakukan dan beliau korbankan demi anaknya. 
Ibu mengandung kita selama 9 bulan 10 hari dan berjuang melawan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah bersamaan ketika melahirkan, merelakan waktu istirahatnya untuk menyusui, merawat kita dalam keadaan sehat maupun sakit, dan banyak lagi hal lainnya yang tidak mungkin bisa kita hitung dan tidak dapat kita balas semua pengorbanannya. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “ Seandainya kita di beri kemampuan utuk membayar setiap tetes ASI, maka tidak akan ada seorang pun yang dapat melunasi jasa seorang ibu seumur hidup kita”. Oleh karena itu, tidak ada yang bisa menghitung seberapa tinggi kemuliaan seorang ibu dan berbakti kepadanya sangatlah utama.

Sebagaimana yang di jelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, beliau berkata :
“Seorang pria pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, ‘Siapa dari kerabatku yang paling utama untuk berbuat baik ?’ kemudian Rasulullah SAW mengatakan, ‘Ibumu’. Pria itu bertanya lagi, “ Kemudian siapa lagi ?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ibumu’, Pria tersebut bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ibumu’. Kemudian pria itu bertanya lagi, “ Kemudian siapa lagi ya rasulullah ?’. Rasulullah SAW mengatakan, ‘Ayahmu’.” (HR. Bukhari no.5971 dan Muslim no. 2548).

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dorongan untuk berbuat baik kepada kerabat namun kepada ibu lebih di utamakan, kemudian kepada ayah, kemudian setelah itu kepada anggota kerabat yang lainnya. Para ulama mengatakan bahwa ibu lebih di  utamakan karena perjuangannya dalam melahirkan, menyusui, dan ketika mendidik anak-anaknya sampai dewasa. Tidak hanya itu dalam hadits tersebut juga menggambarkan bagaimana keistimewaan kedudukan seorang ibu dibandingkan ayah. ” (Syarh Muslim, 8:331)

Pendapat Pribadi Mengenai Peringatan Hari Ibu

Sekarang ini , peringatan hari ibu merupakan hari yang sangat istimewa karena mengenang jasa-jasa para pejuang perempuan dalam memperjuangkan hak kebebasan bangsa dari penjajah. 
Di samping itu, hari ibu juga di artikan sebagai seorang wanita yang memiliki kedudukan tinggi dan tugas yang sangat mulia, serta memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik generasi bangsa. Mengapa demikian?,  Karena generasi yang baik terlahir dan terdidik dari seorang ibu yang baik pula. (Youtube : Ustad Abdul Somad, Lc MA)

Secara pribadi, saya tidak memaknai hari ibu sebagai hari perayaan besar yang setiap orang harus memperingatinya. Yang pada hari itu kita harus mengungkapkap kata-kata sayang kepada ibu, memberikan kado, hadiah dan lain sebagainya. Memaknai hari ibu menurut saya adalah berbakti kepadanya setiap hari, setiap waktu dan bukan satu tahun sekali, sebagaimana yang telah di perintahkan oleh Allah SWT melalui tuntunan Nabi Muhammad SAW. 

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa ibu memiliki pengorbanan yang sangat besar dari pada seorang ayah, Islam sangat memuliakan seorang ibu, bahkan syurga seorang anak terletak di bawah telapak kakinya. Sungguh istimewa kedudukan seorang ibu,  karena apa yang di lakukan oleh ibu tidak akan dapat terbalas melainkan dengan berbakti kepadanya, menghormatinya, merawatnya, menjaganya dan mendoakannya . 

Begitu istimewanya kedudukan seorang ibu, tidak sepantasnya jika hanya di kenang dan di sambut dalam satu hari saja dalam setahun yaitu pada tanggal 22 Desember. Pantaskah membalas semua jasa-jasanya hanya dengan memberikan hadiah atau pun kado dalam satu hari itu saja?. Bahkan jika kita di beri kemampuan sekalipun untuk membayar setiap tetes air ASI nya, tidak akan ada seorang pun yang mampu untuk melunasinya seumur hidup kita. Itulah makna hari ibu menurut ku, bagaimana hari ibu menurut kalian? 

Pimred

Pimred

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.