Breaking News
recent

Kebangkitan Wisata Kuliner Pasca Konflik di Aceh


Zawiyah News | Tradisi Kuliner secara umum di Aceh

Aceh sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia juga memiliki menu khas. Itu juga adalah sebagai warisan budaya nenek moyang kita yang harus dijaga dengan baik agar dapat lestari sampai pada anak cucu kita. Sebab arus globalisasi yang akan terus melanda ini buka tidak mungkin warisan budaya seperti itu akan hilang. Gaya Di Indonesia, tiap daerah punya warisan kuliner sendiri-sendiri.seperti hal nya di daerah Aceh yang memiliki makanan tradisonal seperti Mie Aceh,Kuliner yang satu ini sudah banyak tersedia di berbagai daerah. Biasanya Mie Aceh dijual di kedai makanan khas Aceh bersama dengan Teh tarik dan martabak. Mie Aceh memiliki tekstur yang kenyal dengan bumbu rempah yang gurih dan kaya rempah. Tersedia varian mie goreng atau mie kuah dengan telur, daging, kepiting, seafood, dan lain-lain. Mie Aceh paling lezat jika disantap saat hujan, aneka rempah yang terkandung dalam seporsi mie aceh bisa menghangatkan badan juga bisa membuat sajian serba berkuah yang bisa disantap saat hujan.

Di Indonesia, tiap daerah punya warisan kuliner sendiri-sendiri.seperti hal nya di daerah Aceh yang memiliki makanan tradisonal seperti Mie Aceh,Kuliner yang satu ini sudah banyak tersedia di berbagai daerah. Biasanya Mie Aceh dijual di kedai makanan khas Aceh bersama dengan Teh tarik dan martabak. Mie Aceh memiliki tekstur yang kenyal dengan bumbu rempah yang gurih dan kaya rempah. Tersedia varian mie goreng atau mie kuah dengan telur, daging, kepiting, seafood, dan lain-lain. Mie Aceh paling lezat jika disantap saat hujan, aneka rempah yang terkandung dalam seporsi mie aceh bisa menghangatkan badan juga bisa membuat sajian serba berkuah yang bisa disantap saat hujan.

hidup yang serba instan saat ini memiliki kontribusi akan hilangnya warisan budaya seperti kuliner ini. Ini harus diantispasi agar jati diri bangsa yang berlandaskan kultur yang khas tidak akan hilang, demikian pula dengan Aceh.

Pada saat ini yang menjadi pusat perhatian masyarakat Aceh yaitu Kota Langsa. Kota  Langsa adalah salah satu kota yang berada di provinsi Aceh, Indonesia Kota Langsa berada kurang lebih 400 km dan kota Banda Aceh Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Langsa sebanyak 185 622 pwa, dengan kepadatan 707 pwa/km Kota Langsa juga dikenal sebagai kota yang memiliki tempat wisata yang indah, sejuk dan nyaman Sebulan yang lalu Kota Langsa memenangkan salah satu Brand Parawisata di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2022. pada ajang penganugerahan pesona Indonesia yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood Banda Aceh, Jumat (25/11/2022). Kota Langsa berhasil menyabet gelar juara dari dua kategori yaitu, juara 1 Brand Parawisata Terbaik dan Parawisata Terfavorit Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2022.

Bukan hanya tempat wisata yang terkenal di Kota Langsa tetapi, tempat wisata kuliner yang menjadi menarik perhatan masyarakat bukan hanya masyarakat Kota Langsa namun juga masyarakat yang ada di luar Kota Langsa Kali ini tempat wisata kuliner khas Aceh yang terkenal salah satunya yaitu LESTARI COFFE dimana tempat wisata kuliner tersebut banyak dikunjungi masyarakat Kota Langsa maupun masyarakat luar Kota Langsa Berdasarkan Wawancara dengan Owner Lestari Coffe disini menyediakan beberapa menu makanan, bukan hanya makanan yang viral di Kota Langsa tetapi makanan khas Aceh yang mungkin para pemuda dan remaja belum mengetahui nya

Lestan Coffe ini sudah ada sejak 7 tahun yang lalu, Owner dan Lestari Coffe ini juga menyampaikan bahwa menu makanan yang disediakan khususnya khas aceh iyalah seperti Mie Aceh daging, Mie Aceh Kepiting. Mie Aceh Udang. Kerang Rebus, dan juga ada kerang Hijau atau sering disebut dondong tutur Owner dalam wawancara, Rabu (30/11/2022) Kota Langsa. Yang perlu diperhatikan, karena mie akan dicampur dengan bahan khusus, jadi perhatikan jumlah takaran bumbu yang digunakan, Jangan terlalu banyak memberi bumbu, sehingga menghasilkan rasa yang pas.berikut adalah resepnya:

Bahan

400 g daging/Udang.

1550 ml air.

2 daun salam.

600 g mie basah (mie hokkien), diseduh dengan air panas, tiriskan.

8 siung bawang putih, iris tipis.

6 bawang merah, iris tipis.

2 tomat, potong-potong.

600 ml kaldu sapi.

100 g tauge, siangi.

100 g kubis, iris tipis.

3 sendok makan Kecap Bango.

1 sendok makan garam.

2 sendok teh gula.

1 sendok teh cuka.

2 daun bawang, potong 1 cm.

6 sendok makan minyak, untuk menumis.

Bumbu halus.

12 bawang merah.

8 siung bawang putih.

8 cabai merah, buang bijinya.

Kunyit 4 cm, dibakar.

2 butir kapulaga.

½ sendok teh jintan.

1 sendok teh bubuk lada putih.

Ketimun Acar, aduk rata

6 mentimun, diunggulkan, potong kecil-kecil.

2 sendok teh gula.

2 sdt cuka.

1 sendok teh garam

Hidangan Pelengkap

200 g chip siap dimakan.

4 sendok makan bawang merah goreng.

Cara memasak:

1. Daging kambing, air, dan daun salam. Setelah daging kambing dimasak, buang airnya. Potong dadu 2 cm. Menyisihkan.

2. Tumis bawang putih, bawang merah, dan bumbui pure sampai harum.

3. Tambahkan daging kambing, dan udang, kemudian aduk rata.

4. Tambahkan tomat, tauge, dan kol. Masak sampai layu.

5. Tambahkan kecap manis, garam, gula, kaldu sapi, dan cuka. Masak sampai bumbu meresap.

6. Tambahkan mie, aduk rata. Lanjutkan memasak sampai matang. Taburi dengan daun bawang, aduk.

7. Mie Aceh Tata di piring saji. Sajikan bersama mentimun acar, keripik, dan taburi bawang merah goring

Mie Aceh, hidangan tradisional khas Aceh yang terkenal dengan rasanya yang pedas, segar dan lezat ternyata mudah dibuat. Kali ini Resep Mie Aceh menggunakan daging sapi. Itulah penjelasan mengenai Mie Aceh yang merupakan makanan khas dari provinsi Aceh. Setelah itu bukan hanya makanan yang disajikan yang membuat para pengunjung suka, namun tempat wisata kuliner ini juga yang bikin menarik perhatian para masyarakat yaitu Jika di lihat tempat Wisata Kuliner ini memiliki tempat yang besar, memiliki pemandangan yang masih alamiah, dengan suasana angin yang begitu nyaman, dengan tanaman, bunga dan juga tempat duduk yang disajikan begitu nyaman sehingga para pengunjung bisa menikmati suasana alam yang indah itu. Bukan hanya itu saja Lestan Coffe terletak pada sisi jalan kuala Langsa dimana dekat dengan salah satu tempat wisata juga yaitu Hutan Mangrove Jadi ketika para pengunjung sudah singgah di wisata kuliner ini, sudah istirahat sambil makan, para pengunjung bisa lanjut jalan-jalan sambil menikmati suasa alam yang ada di hutan mangrove

Begitulah hasil wawancara yang telah di lakukan oleh salah satu mahasiswi IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa yang bernama  Safitri Andriani, Semester 7, Prodi PGMI. Adapun hal yang perlu di perhatikan pada wisata kuliner ini ialah sebagai pemuda hendaklah menjaga kebudayaan daerah, terutama para pemuda pemudi Aceh yang senantiasa harus menjaga tekstur ke khasan daerah Aceh. Jadikanlah kuliner khas aceh ini sebagai tanda rasa cinta kita kepada daerah Aceh dengan cara tetap memajukan kebudayaan-kebudayaan Aceh, baik itu makanan, minuman maupun silmbol lainnya.


Penulis : Safitri Andriani

Nim : 1052019059

Prodi : PGMI

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.