Breaking News
recent

MENJAGA LISAN DAN HATI SAAT BERPUASA

(Doc. Istimewa) 

 Penulis : Naziha Ananda 

‎‎Puasa merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dalam Islam. Tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, puasa juga mengajarkan umat Islam untuk menahan hawa nafsu serta menjaga perilaku, termasuk menjaga lisan dan hati. Dengan menjaga lisan dan hati, seorang muslim dapat menyempurnakan ibadah puasanya dan memperoleh pahala yang lebih besar.‎

‎1. Pentingnya Menjaga Lisan Saat Berpuasa

‎‎Menjaga lisan berarti menghindari ucapan yang tidak baik seperti berbohong, ghibah (membicarakan keburukan orang lain), berkata kasar, dan mencaci maki. Dalam Islam, lisan memiliki pengaruh besar terhadap nilai ibadah seseorang. Oleh karena itu, ketika berpuasa seseorang dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.

‎Rasulullah SAW bersabda:

‎"Apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan berbuat bodoh. Jika ada orang yang mencacinya atau memusuhinya maka hendaklah ia berkata: sesungguhnya aku sedang berpuasa." (HR. Muslim)

‎Hadis ini menunjukkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang buruk. Bahkan jika seseorang diperlakukan tidak baik oleh orang lain, ia dianjurkan untuk menahan diri dan tidak membalasnya.

‎‎Selain itu Rasulullah SAW juga bersabda:

‎"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari) Nurine

‎‎Hadis tersebut menjelaskan bahwa perkataan dusta dapat mengurangi bahkan merusak pahala puasa.

‎2. Menjaga Hati Saat Berpuasa

‎Selain menjaga lisan, menjaga hati juga sangat penting ketika berpuasa. Hati harus dijauhkan dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, marah berlebihan, dan kebencian. Puasa bertujuan untuk melatih kesabaran serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

‎Dengan menjaga hati, seseorang akan lebih mudah mengendalikan ucapan dan perbuatannya. Hati yang bersih akan mendorong seseorang untuk berkata baik, berbuat baik, dan menghindari perilaku yang dapat merusak ibadah puasanya.

‎3. Dampak Positif Menjaga Lisan dan Hati Saat Puasa

‎Menjaga lisan dan hati saat berpuasa memberikan banyak manfaat, di antaranya:

‎a. Menyempurnakan pahala puasa sehingga tidak hanya mendapatkan lapar dan haus saja.

‎b. Melatih pengendalian diri, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

‎c. Menciptakan hubungan sosial yang baik karena terhindar dari ucapan yang menyakiti orang lain.

‎‎d. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, karena puasa menjadi sarana untuk memperbaiki diri.

‎Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa puasa adalah perisai yang melindungi seseorang dari perbuatan dosa, sehingga orang yang berpuasa dianjurkan untuk menjaga seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan yang tidak baik.

‎‎Referensi:

https://muhammadiyahponorogo.or.id/puasa-dan-larangan-berkata-kotor/?utm_source=chatgpt.com

https://www.nu.or.id/ramadhan/kultum-ramadhan-menjaga-lisan-dan-hati-menebar-kedamaian-di-bulan-suci-dLEdr?utm_source=chatgpt.com

https://sulut.kemenag.go.id/berita/511143/Urgensi-Menjaga-Lisan-saat-Puasa-Ramadhan---Syiar-Ramadhan-Hari-ke-25-1444H?utm_source=chatgpt.com

Editor : Redaksi 

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.