![]() |
| (Doc. Istimewa) Termotivasi Menyuarakan Luka Sumatera Lewat Puisi, Ridho Aldino Rhifeido, Mahasiswa IAIN Langsa, Mengikuti LOFEST 2026. Selasa, (28/04/2026). |
Penulis : Sayyida Nafisa
Langsa, Zawiyah News — Berawal dari Rekomendasi seorang teman, Ridho Aldino Rhifeido, Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah IAIN Langsa, berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara II dalam ajang Lomba Sastra Cipta Puisi LOFEST 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Selasa, (28/04/2025).
Ridho mengungkapkan bahwa informasi lomba ia dapatkan dari rekannya Finannada Fatimatazzahra yang merupakan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pendaftaran lomba dibuka sejak 23 Februari hingga 18 Maret 2026, kemudian peserta diberikan waktu persiapan hingga 5 April, sebelum akhirnya memasuki tahap pengumpulan dan penilaian pada puncak acara 28 April 2026.
Tanpa ekspektasi tinggi untuk menang, Ridho tetap memberanikan diri mengikuti lomba tersebut. Ia menyadari bahwa puisinya tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan, khususnya jumlah kata yang melebihi batas maksimal 250 kata. Namun, ia memilih untuk tidak mengubah tulisannya demi menjaga makna yang ingin disampaikan.
Keputusan tersebut justru membuahkan hasil yang tidak disangka. Ridho berhasil meraih Juara II di tengah persaingan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas pencapaian tersebut.
“Awalnya memang tidak ada ekspektasi untuk menang. Apalagi melihat banyak peserta dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di indonesia. Alhamdulillah masih bisa dapat juara dua,” ujarnya.
Melalui puisinya, Ridho menyampaikan pesan mendalam tentang luka yang masih dirasakan masyarakat Sumatera pasca banjir bandang pada akhir tahun 2025. Ia menjadikan karya tersebut sebagai wadah untuk mengekspresikan rasa duka sekaligus pengingat akan peristiwa tersebut.
“Puisi ini saya hadirkan bukan untuk mengejar kemenangan, tetapi sebagai ungkapan rasa sakit dan cara kecil untuk mengingatkan bahwa Sumatera masih terluka,” ungkapnya.
Kisah Ridho menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba dan tetap berpegang pada nilai yang diyakini dapat mengantarkan pada hasil yang membanggakan, bahkan di luar dugaan.
Editor : Sri Rahayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar