Penulis: Hafiza Cahyani
Aceh Tamiang, Zawiyah News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 24 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar sosialisasi bahaya bullying di SD Negeri Tengku Tinggi, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Selasa (28/7/2026), pukul 10.00–12.30 WIB. Kegiatan yang diikuti siswa kelas IV, V, dan VI ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang bahaya bullying serta menumbuhkan sikap saling menghormati demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Humas KKN Kelompok 24, Hafiza, yang memperkenalkan seluruh anggota KKN sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan sosialisasi. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Ulandari bersama Bila secara interaktif dengan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh para siswa.
Dalam penyampaiannya, Ulandari menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuknya, penyebab terjadinya perundungan, serta dampak yang dapat dirasakan korban, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Ia juga mengajak para siswa untuk berani menolak tindakan bullying dan tidak ragu melaporkannya kepada guru maupun orang tua.
Ulandari mengatakan,"Bullying bukan sekadar bercanda, tetapi tindakan yang dapat menyakiti perasaan, menurunkan rasa percaya diri, bahkan memengaruhi kesehatan mental seseorang. Karena itu, kita harus saling menghargai, tidak mengejek teman, dan berani melaporkan apabila melihat tindakan bullying di sekolah," ujarnya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa KKN menayangkan video edukasi yang menampilkan contoh perilaku bullying beserta dampaknya. Melalui tayangan tersebut, para siswa diajak memahami bahwa setiap bentuk perundungan dapat memberikan pengaruh buruk bagi korban sehingga harus dicegah sejak dini. Setelah pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para siswa.
Ketua KKN Kelompok 24, Azas Darma Prasetya, mengatakan bahwa sosialisasi tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi di lingkungan sekolah. Azas Darma Prasetya mengatakan,"Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa dapat memahami apa itu bullying, mengetahui dampaknya, serta memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan setiap bentuk perundungan. Kami juga ingin menumbuhkan budaya saling menghormati sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying," ujarnya.
Kepala SD Negeri Tengku Tinggi, Nining Marlina, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 24 IAIN Langsa. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya bullying sangat penting diberikan kepada siswa sejak usia dini agar mereka memiliki karakter yang saling menghargai dan peduli terhadap sesama.
Nining Marlina, S.Pd., mengatakan, "Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 24 IAIN Langsa yang telah memberikan edukasi tentang bahaya bullying kepada siswa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan anak-anak mengenai dampak bullying serta mengajarkan mereka untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman," ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa maupun dewan guru. Sebagai penutup, mahasiswa KKN Kelompok 24 IAIN Langsa bersama dewan guru dan seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas terlaksananya sosialisasi tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan nilai-nilai saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang ramah, aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
Editor: Eny Pratiwi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar