Penulis: Rayhan Fazira
Aceh Tamiang, Zawiyah News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 24 yang bertugas di Desa Seuneubok Aceh melakukan pengumpulan data di SD Negeri Teungku Tinggi sebagai bagian dari penyusunan program kerja di bidang pendidikan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan sekolah, kondisi tenaga pendidik dan peserta didik, serta berbagai upaya yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kegiatan berlangsung pada Selasa (28/7/2026).
SD Negeri Teungku Tinggi memiliki 131 peserta didik, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 125 siswa. Khusus peserta didik kelas I, setiap rombongan belajar dibatasi maksimal 28 siswa guna menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif.
Sekolah juga didukung oleh 13 tenaga pendidik yang terdiri atas empat Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), empat Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tiga Guru Paruh Waktu (PW), dan dua Guru Bakti. Selain itu, terdapat tenaga kependidikan yang bertugas sebagai petugas perpustakaan, operator sekolah, petugas kebersihan, serta penjaga sekolah.
Di balik perkembangannya, SD Negeri Teungku Tinggi masih menghadapi tantangan pada sektor sarana dan prasarana. Banjir yang pernah melanda menyebabkan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, seperti laptop, infokus, televisi, kursi, meja, dan lemari sekolah. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, SD Negeri Teungku Tinggi memperoleh bantuan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Program tersebut meliputi penataan lingkungan sekolah, rehabilitasi ruang kelas I hingga VI, rehabilitasi ruang perpustakaan, rehabilitasi toilet, serta rehabilitasi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Program ini memiliki anggaran sebesar Rp735.349.455 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaannya dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari.
Ketua Kelompok KKN 24 Desa Seuneubok Aceh, Azas Darma Prasetya, mengatakan bahwa kegiatan pengumpulan data ini bertujuan memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi sekolah sebagai dasar penyusunan program kerja di bidang pendidikan. "Melalui kegiatan ini, kami ingin mengetahui kondisi nyata SD Negeri Teungku Tinggi, mulai dari perkembangan sekolah, jumlah peserta didik, tenaga pendidik, hingga sarana dan prasarana. Data yang diperoleh diharapkan menjadi dasar dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan sekolah," tuturnya.
Kepala SD Negeri Teungku Tinggi, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Nining Marlina, S.Pd., menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya telah mengalami pembangunan dan perkembangan sejak tahun 1983 hingga 2026. "Selama ini kami terus melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sarana, dan pelayanan kepada peserta didik agar proses pembelajaran berlangsung lebih optimal," ujarnya.
Nining Marlina berharap SD Negeri Teungku Tinggi terus berkembang menjadi sekolah yang lebih maju. "Saya berharap peserta didik semakin cerdas dan berprestasi, guru semakin kreatif dalam melaksanakan pembelajaran, serta orang tua terus memberikan dukungan terhadap pendidikan anak-anak sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik," ungkapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar