Penulis : Sayyida Nafisa
Langsa, Zawiyah News — Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa resmi memulai masa pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap dengan tema "Aksi Nyata, Wujudkan Perubahan Berkelanjutan" yang berlangsung selama 40 hari, dari 13 Juli hingga 20 Agustus 2026 di Aceh dan Sumatera Utara. Rabu, (15/07/2026).
Mahasiswa yang diberangkatkan KKN pada tahun ini berjumlah 350 mahasiswa dengan tujuan tiga lokasi kecamatan.
Mahasiswa yang telah dibagi menjadi per kelompok, diwajibkan untuk memilih minimal 3 tema dari 12 tema program kerja utama yang telah ditargetkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa. Adapun 12 tema program kerja tersebut seperti berikut ini : Pemulihan Pendidikan Anak Terdampak Bencana, Smart Village & Kearifan Lokal, Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Pangan, Pendampingan Psikososial dan Trauma Recovery Pasca Bencana, Literasi Media & Dakwah Digital, dan Kegiatan Bermasyarakat.
Wilayah yang menjadi lokasi KKN tahun ini Kecamatan Padang Tualang (Kabupaten Langkat) dan Kecamatan Bendahara (Kabupaten Aceh Tamiang) dan Kecamatan Lokop (Kabupaten Aceh Timur). Namun kecamatan Lokop dikhususkan untuk Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dari Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dikarenakan para mahasiswa memilih pengabdian khusus atau pengabdian tematik.
Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LP2M IAIN Langsa, Rifyal Dahlawy Chalil, M.Sc., menyampaikan harapan dan target LP2M terhadap mahasiswa dan mahasiswi yang sedang melaksanakan KKN 2026. "Harapan kami di LP2M, karena ini KKN pertama setelah bencana di Aceh Tamiang dan Langkat, semoga mereka menjadi agen-agen perubahan yang memberikan perubahan kecil dengan kegiatan-kegiatan yang nanti mereka buat. Kemudian juga bisa memulihkan UMKM. Selain itu juga bisa bersama-sama menyemangati masyarakat. Diharapkan nanti kegiatan 17 Agustus yang ada di kecamatan maupun di desa itu bisa semarak dengan memberikan tawa ceria yang baru dengan lomba-lomba yang mereka buat nanti,"
Salah satu mahasiswi yang mengikuti KKN, Diah Kemala Dewi dari Kelompok 10, mengungkap kesannya selama proses keberangkatan. "Awalnya deg-degan sih, tapi akhirnya betah juga. Jujur, waktu pertama kali berangkat KKN tahun 2026 ini, rasanya campur aduk antara gugup dan bingung nanti bakal seperti apa hidup di desa orang. Tapi begitu sampai, semua rasa takut itu langsung hilang karena warga di sini menyambut kami dengan sangat hangat dan terbuka. Dan di KKN juga belajar banyak hal baru yang gak ada di kelas. Di sini aku belajar arti kebersamaan yang sesungguhnya. Mulai dari masak bareng teman-teman sekelompok dari berbagai jurusan,sampai mendengar cerita dan berbagi cerita bareng temen sekelompok," ungkapnya.
"Semoga program-program tersebut bisa terus berjalan dan membawa dampak positif jangka panjang buat warga desa. Dan juga kami bisa menjaga tali silaturahmi agar tidak putus," sambungnya.
Editor : Eny Pratiwi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar