(Doc. Muhammad Razan Mumtaza)
Suasana Mahasiswa KKN Kelompok 16 IAIN Langsa Bersama Warga Desa Seuneubok Aceh Dalam Kegiatan Rewang Di Dusun Imam Ma'un, Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Sabtu, (18/7/2026).
Penulis : Muhammad Razan Mumtaza
Alur Dua, Zawiyah News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menunjukkan aksi nyata dalam membaur bersama masyarakat. Mereka turut serta dalam tradisi rewang atau gotong royong membantu persiapan acara khitanan salah satu anak warga di Dusun Imam Ma'un, Desa Seuneubok Aceh. Sabtu, (18/7/2026).
Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial mahasiswa terhadap lingkungan tempat mereka mengabdi. Kehadiran para mahasiswa ini disambut hangat oleh warga setempat yang sedang sibuk mempersiapkan acara hajatan.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa KKN membagi peran secara kompak. Mahasiswa bersama bapak-bapak setempat bahu-membahu mendirikan tenda (teratak), menyusun kursi, hingga menyiapkan fasilitas tempat acara. Di sisi lain, mahasiswi bergabung dengan ibu-ibu di area dapur untuk membantu mengupas bumbu masakan, memotong sayuran, dan menyiapkan keperluan konsumsi untuk para tamu nantinya.
Ketua KKN Kelompok 16 IAIN Langsa, Muhammad Lhutfi Tanjung, menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dalam tradisi rewang ini bukan sekadar tugas pengabdian, melainkan momen penting untuk belajar nilai-nilai sosial dan kearifan lokal yang ada.
"Kami ingin kehadiran kami di sini memberikan dampak langsung dan meringankan beban warga. Lewat tradisi rewang ini, kami belajar arti kebersamaan yang sesungguhnya," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari keluarga tuan rumah, Hariono, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan dari para mahasiswa. "Kehadiran mahasiswa KKN membuat pekerjaan persiapan khitanan ini menjadi jauh lebih cepat selesai dan suasana terasa lebih ceria," ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini berjalan dengan lancar dan penuh rasa kekeluargaan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih terjaga kuat di desa tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar