Breaking News
recent

MAHASISWA KKN KELOMPOK 28 MELAKSANAKAN KEGIATAN BERSIH-BERSIH POLINDES SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

(Doc.dwi dara anastasya) 
Aksi gotong royong mahasiswa KKN IAIN Langsa Kelompok 28 saat membersihkan Polindes Desa Bandar Baru, Jum'at(17/07/2026)

 


Penulis: Dila Ayu Andini

Prodi Perbankan Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Langsa

dillaayuandini06@gmail.com 

ABSTRAK

Kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas layanan serta mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat. Namun, upaya menjaga kebersihan fasilitas kesehatan memerlukan partisipasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan bersih-bersih Poliklinik Desa (Polindes) sebagai bentuk pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Langsa Kelompok 28 di Desa Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 dengan melibatkan mahasiswa KKN dan Ketua Polindes. Metode yang digunakan meliputi observasi kondisi lingkungan, koordinasi dengan pihak Polindes, serta pelaksanaan gotong royong yang mencakup pembersihan area dalam dan luar bangunan, penataan lingkungan, dan pembuangan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lingkungan Polindes menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman sehingga mendukung terciptanya fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih higienis. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kepedulian mahasiswa dan pihak Polindes terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya preventif dalam mengurangi risiko munculnya sarang penyakit serta menciptakan kenyamanan bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pihak desa dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung terciptanya lingkungan fasilitas kesehatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kata kunci: Kuliah Kerja Nyata, pengabdian masyarakat, Polindes, kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan.

I. PENDAHULUAN

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu faktor yang mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang optimal adalah tersedianya lingkungan fasilitas kesehatan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman. Kebersihan lingkungan tidak hanya berpengaruh terhadap kenyamanan pasien dan tenaga kesehatan, tetapi juga berperan dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit akibat lingkungan yang kurang terawat. Oleh karena itu, pemeliharaan kebersihan pada fasilitas pelayanan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui keterlibatan berbagai pihak, baik tenaga kesehatan, pemerintah desa, maupun masyarakat.

Poliklinik Desa (Polindes) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat desa yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, terutama pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan dasar, kegiatan promotif, preventif, serta pelayanan kesehatan lainnya. Sebagai fasilitas yang setiap hari dikunjungi masyarakat, kondisi lingkungan Polindes harus selalu terjaga agar mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung. Lingkungan yang bersih juga mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang higienis, meminimalkan risiko penyebaran penyakit, serta menjaga kualitas sarana dan prasarana agar tetap berfungsi dengan baik.

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Langsa Kelompok 28 di Desa Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, masih ditemukan beberapa bagian lingkungan Polindes yang memerlukan perhatian dalam aspek kebersihan dan penataan. Adanya dedaunan yang berserakan, rumput liar yang mulai tumbuh di sekitar halaman, serta beberapa sudut bangunan yang perlu dibersihkan berpotensi mengurangi kenyamanan lingkungan pelayanan kesehatan apabila tidak segera ditangani. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pemeliharaan kebersihan secara rutin sebagai bentuk pencegahan terhadap munculnya lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit, seperti nyamuk, tikus, maupun serangga lainnya.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN IAIN Langsa Kelompok 28 melaksanakan kegiatan bersih-bersih Polindes bersama Ketua Polindes. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan fasilitas kesehatan yang bersih dan sehat melalui kegiatan gotong royong. Selain berfokus pada pembersihan area dalam dan luar bangunan, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan fasilitas umum sebagai tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta lingkungan Polindes yang lebih bersih, rapi, dan nyaman sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan. Selain memberikan dampak terhadap kondisi fisik lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dalam menumbuhkan budaya hidup bersih, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap pemeliharaan fasilitas umum. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan bersih-bersih Polindes yang dilakukan oleh mahasiswa KKN IAIN Langsa Kelompok 28 di Desa Bandar Baru serta menguraikan manfaat kegiatan tersebut dalam mendukung terciptanya lingkungan pelayanan kesehatan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

II. METODE PELAKSANAAN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk aksi bersih-bersih lingkungan Poliklinik Desa (Polindes) yang berlokasi di Desa Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 10.00 WIB sebagai salah satu program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Langsa Kelompok 28. Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan mahasiswa KKN dan Ketua Polindes sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan.

Sasaran utama kegiatan ini adalah lingkungan fisik Polindes yang meliputi area halaman, teras, ruang pelayanan, serta lingkungan di sekitar bangunan. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan perlunya peningkatan kebersihan dan penataan lingkungan guna menciptakan kondisi yang lebih higienis dan nyaman. Selain berfokus pada kondisi fisik lingkungan, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak yang terlibat mengenai pentingnya menjaga kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap observasi, yaitu melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lingkungan Polindes untuk mengidentifikasi area yang memerlukan pembersihan. Hasil observasi kemudian menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan peralatan, pembagian tugas, serta prioritas pekerjaan yang akan dilaksanakan. Setelah itu dilakukan koordinasi dengan Ketua Polindes untuk memperoleh izin pelaksanaan kegiatan, menyepakati waktu pelaksanaan, serta menyusun mekanisme kerja agar kegiatan dapat berjalan secara efektif dan terorganisir.

Tahap berikutnya adalah persiapan alat dan bahan yang akan digunakan selama kegiatan. Mahasiswa menyiapkan berbagai peralatan kebersihan sesuai kebutuhan, kemudian membagi tugas kepada setiap anggota kelompok agar proses pembersihan dapat dilakukan secara merata di seluruh area Polindes. Pembagian tugas dilakukan berdasarkan lokasi kerja sehingga setiap peserta memiliki tanggung jawab yang jelas dalam pelaksanaan kegiatan.

Tahap inti berupa pelaksanaan aksi bersih-bersih dilakukan secara gotong royong. Kegiatan meliputi penyapuan halaman dan ruang pelayanan, pengumpulan serta pembuangan sampah, pembersihan dedaunan kering dan rumput liar di sekitar bangunan, pembersihan teras dan saluran air, serta penataan kembali lingkungan Polindes agar tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman. Seluruh peserta bekerja sama menyelesaikan setiap pekerjaan sehingga seluruh area yang menjadi sasaran dapat dibersihkan secara menyeluruh. Pendekatan gotong royong dipilih karena mampu memperkuat kerja sama, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan fasilitas umum.

Setelah kegiatan selesai, dilakukan evaluasi melalui pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan Polindes. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan serta menilai ketercapaian tujuan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lingkungan Polindes menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman sehingga mendukung aktivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain menghasilkan perubahan pada kondisi fisik lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pihak Polindes serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sapu lidi, sapu lantai, kantong sampah, tempat sampah, ember, kain lap, alat pel, serta peralatan kebersihan lainnya yang tersedia di Polindes. Seluruh alat digunakan secara bersama-sama sesuai dengan kebutuhan di lapangan sehingga kegiatan dapat berlangsung secara efektif dan efisien

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan bersih-bersih Poliklinik Desa (Polindes) dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, di Desa Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Langsa Kelompok 28 bersama Ketua Polindes. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembagian tugas kepada setiap anggota kelompok agar proses pembersihan dapat dilakukan secara efektif pada seluruh area yang menjadi sasaran. Area yang dibersihkan meliputi halaman Polindes, teras, ruang pelayanan, serta lingkungan di sekitar bangunan.

Berdasarkan hasil observasi sebelum pelaksanaan kegiatan, kondisi lingkungan Polindes masih memerlukan penataan dan pembersihan pada beberapa bagian. Ditemukan dedaunan kering yang berserakan di halaman, rumput liar yang mulai tumbuh di sekitar bangunan, serta sampah yang dapat mengurangi kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Kondisi tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit apabila tidak dilakukan pembersihan secara berkala. Selain itu, lingkungan yang kurang terawat juga dapat memengaruhi kenyamanan masyarakat ketika memanfaatkan layanan kesehatan di Polindes.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan membagi tugas sesuai area kerja masing-masing. Mahasiswa melakukan penyapuan halaman dan ruang pelayanan, membersihkan teras, mengumpulkan serta membuang sampah, memangkas rumput liar, dan menata kembali lingkungan sekitar Polindes agar lebih rapi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik berkat kerja sama yang terjalin antara mahasiswa KKN dan Ketua Polindes. Pendekatan partisipatif yang diterapkan mampu menciptakan suasana kerja yang efektif sehingga seluruh area yang menjadi sasaran dapat dibersihkan secara menyeluruh dalam waktu yang telah direncanakan.

Setelah kegiatan selesai, terjadi perubahan yang cukup signifikan terhadap kondisi lingkungan Polindes. Halaman yang sebelumnya dipenuhi dedaunan dan rumput liar menjadi lebih bersih dan tertata, area pelayanan tampak lebih rapi, serta lingkungan sekitar bangunan menjadi lebih nyaman untuk digunakan. Kebersihan lingkungan tersebut memberikan nilai positif terhadap kualitas fasilitas pelayanan kesehatan karena menciptakan suasana yang lebih higienis bagi masyarakat yang datang untuk memperoleh layanan kesehatan, khususnya ibu hamil, balita, lansia, dan kelompok masyarakat lainnya.

Selain memberikan dampak pada aspek fisik lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat dari aspek sosial. Kegiatan gotong royong memperkuat hubungan antara mahasiswa KKN dengan pihak Polindes melalui kerja sama dalam menyelesaikan kegiatan. Partisipasi aktif seluruh peserta menunjukkan bahwa pemeliharaan kebersihan fasilitas umum dapat dilakukan secara kolaboratif apabila terdapat kesadaran dan kepedulian bersama. Kegiatan ini sekaligus menjadi media edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai upaya preventif dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit yang berasal dari lingkungan.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program bersih-bersih Polindes tidak hanya berhasil meningkatkan kondisi kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung terciptanya fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih nyaman dan layak digunakan oleh masyarakat. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan fasilitas kesehatan di tingkat desa. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan Polindes dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

IV. KESIMPULAN

Kegiatan bersih-bersih Poliklinik Desa (Polindes) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Langsa Kelompok 28 di Desa Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, berhasil dilaksanakan dengan baik melalui kerja sama antara mahasiswa dan pihak Polindes. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan Polindes, yang ditandai dengan terciptanya lingkungan yang lebih bersih, rapi, sehat, dan nyaman sehingga dapat mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat nilai kepedulian, gotong royong, dan kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak Polindes dalam menjaga fasilitas pelayanan kesehatan. Partisipasi aktif seluruh peserta menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya preventif dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Keberlanjutan program serupa perlu didukung melalui kegiatan pemeliharaan kebersihan yang dilakukan secara rutin oleh pihak Polindes dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa. Dengan demikian, kondisi lingkungan Polindes dapat tetap terjaga sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Editor: Eny Pratiwi 





Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.