Foto bersama mahasiswa KKN 26 IAIN Langsa dan ibu polindes usai kegiatan edukasi pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan stunting di Posyandu Desa Seuneubok Dalam Upah, jumat (14/08/2026).
Penulis: Indah Alia Filzah
Aceh Tamiang, Zawiyah News — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 26 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa mengadakan edukasi pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu upaya pencegahan stunting di Posyandu Desa Seuneubok Dalam Upah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu desa dan anak-anak peserta Posyandu serta berlangsung pada pukul 09.00–11.20 WIB, Jumat (14/08/2026).
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai stunting, mulai dari pengertian, penyebab, hingga pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Setelah itu, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan praktik pembuatan puding daun kelor sebagai salah satu alternatif makanan bergizi. Para peserta mengikuti praktik secara langsung, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pengolahan puding.
Dalam praktik tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 26 memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun kelor, susu rendah gula, agar-agar Sriti, serta gula sesuai selera. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa bahan pangan yang tersedia di sekitar dapat diolah menjadi makanan yang lebih menarik dan disukai anak-anak. Pencegahan stunting juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemberian makanan yang mahal, tetapi juga bisa memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar. Salah satunya daun kelor yang dapat diolah menjadi makanan yang lebih menarik bagi anak-anak.
Salah satu mahasiswa KKN Kelompok 26, Dwihayatun, berharap "kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para ibu, dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Serta masyarakat dapat memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting,” ujarnya.
Editor: Ade Nurmahdiyyah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar