Breaking News
recent

KKN KELOMPOK 8 TELUSURI JEJAK TAPEH TRADISIONAL

(Doc. Nailan)
foto bersama mahasiswa kkn kelompok 8 dengan buk upik pemilik usaha tapeh , Selasa (4/8/2026).


Penulis: Aisyah Nasution 

Tanjung Selamat, Langkat, Zawiyah News – Aroma singkong yang baru dikukus memenuhi ruangan sederhana di salah satu rumah produksi tapeh di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Di tempat inilah proses pembuatan tapeh berlangsung, menyimpan kisah tentang tradisi, ketelatenan, dan semangat pelaku usaha dalam menjaga kuliner warisan yang telah bertahan dari generasi ke generasi, Selasa (4/8/2026).

Untuk mengenal lebih dekat potensi lokal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 melakukan kunjungan edukatif ke rumah produksi tapeh sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mendokumentasikan sejarah usaha sekaligus mempelajari proses pembuatan tapeh yang hingga kini masih dilakukan secara tradisional.

Pemilik usaha, Buk Atik (56), menceritakan bahwa usaha tapeh yang dijalankannya telah menjadi mata pencaharian keluarga selama bertahun-tahun. Di tengah perkembangan berbagai jenis makanan modern, tapeh tetap memiliki tempat di hati masyarakat karena cita rasanya yang khas dan proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa menyaksikan secara langsung setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan singkong berkualitas, pencucian, pengukusan, pendinginan, pemberian ragi, hingga proses fermentasi yang menjadi kunci terbentuknya rasa manis alami dan aroma khas tapeh. Seluruh proses dilakukan dengan penuh ketelitian karena setiap tahapan sangat menentukan kualitas produk yang dihasilkan.

Buk Atik menjelaskan, "Kalau mau rasa tapehnya enak, kita harus menjaga kebersihan bahan, ketepatan penggunaan ragi, waktu fermentasi, serta ketulusan dan keikhlasan hati saat membuat tapeh," ujarnya.

Menurutnya, faktor-faktor tersebut menjadi kunci utama keberhasilan pembuatan tapeh. Pengalaman dan kesabaran juga menjadi modal penting agar cita rasa tapeh tetap konsisten dan terus diminati pelanggan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KKN Kelompok 8 dalam mengangkat potensi lokal Desa Tanjung Selamat melalui dokumentasi dan publikasi. Diharapkan, upaya tersebut dapat memperkenalkan usaha masyarakat kepada khalayak yang lebih luas sehingga tapeh tidak hanya dikenal sebagai warisan kuliner, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang melalui promosi dan inovasi yang berkelanjutan.

Editor: Eny Pratiwi 
 

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.