![]() |
| (Doc. Istimewa) Gita Agustin, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Langsa, berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador. Selasa, (06/10/2026). |
Penulis: Lutfia Pratiwi
Langsa, Zawiyah News — Gita Agustin, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador. Selasa, (06/10/2026).
Untuk menjadi Google Student Ambassador, Gita harus melalui proses seleksi yang cukup kompetitif. Tahapan tersebut dimulai dari pendaftaran secara daring dengan melengkapi data diri, portofolio, motivasi, serta rencana kontribusi. Peserta kemudian mengikuti tugas praktis atau challenge hingga tahap wawancara.
Terdapat tiga tahapan seleksi yang dilalui Gita, yaitu administrasi dan berkas, tugas praktis atau seleksi konten, serta wawancara. Pada tahap tugas praktis, peserta dituntut membuat strategi program maupun ide kreatif untuk memperkenalkan produk atau program Google di lingkungan kampus.
Proses seleksi berlangsung sekitar satu bulan, mulai dari penutupan pendaftaran hingga pengumuman akhir. Selama proses tersebut, Gita mengaku harus membagi waktu antara perkuliahan, tugas akademik, dan pengerjaan challenge.
“Tantangan terbesarnya ada di time management dan menyusun ide yang benar-benar orisinal. Bikin ide program yang nggak cuma keren di atas kertas, tapi benar-benar bisa dieksekusi di kampus juga membutuhkan riset mendalam,” ungkapnya.
Setelah dinyatakan lolos, Gita mengaku kaget, senang, sekaligus lega. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perjuangan selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Gita mengatakan, ketertarikannya mengikuti program tersebut berawal dari minat terhadap dunia teknologi dan inovasi yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Google Student Ambassador itu bukan cuma soal membawa nama besar Google, tapi soal kesempatan untuk menjadi jembatan antara teknologi dengan teman-teman di kampus. Saya ingin belajar banyak hal baru sekaligus berbagi dampak positif bagi ekosistem belajar di kampus kita,” ujarnya.
Ketua Program Studi KPI FUAD IAIN Langsa, Nur Raihan, M.Us., menilai keberhasilan Gita menunjukkan bahwa mahasiswa KPI memiliki potensi untuk mengembangkan kompetensi dan berkiprah di tingkat global.
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas pencapaian mahasiswa KPI yang berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador. Prestasi ini merupakan bukti bahwa mahasiswa KPI memiliki potensi, kompetensi, kreativitas, serta kemampuan untuk bersaing dan berkiprah di tingkat global,” kata Nur Raihan.
Menurutnya, pencapaian tersebut juga dapat menjadi contoh bagi mahasiswa KPI lainnya untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.
“Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya dan membawa nama baik Program Studi KPI dan IAIN Langsa,” tambahnya.
Sebagai Google Student Ambassador, Gita nantinya akan berperan sebagai connector dan educator. Ia akan menyebarluaskan informasi mengenai teknologi, program, serta berbagai kesempatan belajar dari Google kepada mahasiswa di kampus.
Ia juga berencana mengadakan berbagai kegiatan, seperti workshop, seminar, dan diskusi komunitas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memanfaatkan teknologi dan tools digital untuk mendukung kebutuhan akademik maupun persiapan karier.
Bagi Gita, program tersebut juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan public speaking, kepemimpinan, networking, dan pengelolaan kegiatan. Selain itu, ia memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai teknologi serta koneksi di ekosistem industri digital.
Ke depan, Gita ingin menjalankan perannya dengan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa IAIN Langsa, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi.
“Saya ingin teman-teman di kampus kita makin melek teknologi, makin percaya diri bersaing secara global, dan makin banyak yang berani memanfaatkan peluang digital untuk mengembangkan potensi mereka,” tuturnya.
Gita juga mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu mengikuti berbagai kesempatan pengembangan diri.
“Jangan pernah minder atau merasa belum cukup mampu sebelum mencoba. Kuncinya ada di keberanian untuk step up dan konsistensi. Kenali potensi diri kamu, tunjukkan nilai unik yang kamu punya, dan jangan takut gagal. Setiap proses seleksi itu tempat belajar yang mahal banget harganya. Just go for it!” pesannya.
Editor: Sri Rahayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar