Breaking News
recent

MAHASISWA BKI IAIN LANGSA GELAR SEMINAR ONLINE “AKU, KELUARGA, DAN BAHAGIA” ‎ ‎

(Doc. Istimewa)
Peserta dan pemateri berfoto bersama secara virtual melalui Zoom Meeting dalam seminar online bertema “Aku, Keluarga, dan Bahagia: Perjalanan Mencintai Keluarga dengan Segala Ceritanya”. Jumat, (23/10/2026).

Penulis: Sri Rahayu 

‎Langsa, Zawiyah News — Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, menggelar seminar online bertema “Aku, Keluarga, dan Bahagia: Perjalanan Mencintai Keluarga dengan Segala Ceritanya” melalui Zoom Meeting pada pukul 19.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kelompok dalam mata kuliah Seminar BKI. Jum'at,(23/10/2026).‎

‎Seminar tersebut diselenggarakan oleh Kelompok V yang terdiri atas Muhammad Arif Syailendra, Yaumil Akbar, Amanda Lathifah Az Zahra Fauzi, Arima, dan Cut Tata Naila Fadina. Kegiatan dipandu oleh Arima sebagai moderator dengan menghadirkan Ummi Kalsum, S.Sos., M.Sos., dari Yogyakarta sebagai pemateri, dan diikuti oleh sekitar 70 peserta dan terbuka untuk umum.

‎Seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya memahami diri sendiri, menerima kondisi keluarga, serta membangun hubungan yang sehat dan harmonis.‎

‎Dalam pemaparannya, Ummi Kalsum menjelaskan bahwa "kebahagiaan merupakan keadaan atau perasaan senang, tenteram, dan puas terhadap kehidupan yang dijalani. Sementara itu, mencintai merupakan bentuk kasih sayang yang mendalam, disertai keinginan untuk menjaga, menghargai, dan memberikan perhatian kepada orang lain", ujarnya. 

‎Ia juga membahas berbagai persoalan dalam kehidupan keluarga, seperti konflik dan kesalahpahaman, keretakan hubungan, pola hubungan yang tidak sehat, pola asuh yang kurang baik, kesulitan ekonomi, serta luka masa lalu yang belum terselesaikan. Berbagai persoalan tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental, kepercayaan diri, hubungan sosial, dan perkembangan akademik anak.

‎‎Lebih lanjut, Ummi Kalsum mengajak peserta memahami pentingnya menerima kondisi keluarga melalui proses mengenali diri, mengakui dan menerima kenyataan, serta menyampaikan keluh kesah kepada Allah Swt. Peserta juga diajak memutus rantai luka agar pengalaman buruk tidak diteruskan kepada generasi berikutnya, belajar bersyukur, berhenti membandingkan keluarga dengan orang lain, serta memahami bahwa setiap anggota keluarga memiliki kekurangan dan proses pertumbuhan masing-masing.

‎Dalam membangun hubungan keluarga yang sehat, pemateri menekankan pentingnya sikap saling mendengarkan, memberikan ruang bagi setiap anggota keluarga, menjaga jarak apabila diperlukan, serta mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang sulit diselesaikan. Ia juga menegaskan bahwa memaafkan tidak berarti membenarkan kesalahan yang telah dilakukan.

‎Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak memahami bahwa setiap keluarga memiliki cerita, tantangan, dan dinamika yang berbeda dalam perjalanan membangun kebahagiaan. Menerima kondisi keluarga bukan berarti mengabaikan persoalan yang ada, melainkan belajar memahami keadaan dan berupaya memperbaiki hubungan ke arah yang lebih baik.

‎Penyelenggara berharap seminar ini dapat memberikan pemahaman baru kepada peserta mengenai arti kebahagiaan, penerimaan diri, dan pentingnya mencintai keluarga secara bijaksana. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat membangun komunikasi yang sehat, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

‎Seminar ini menjadi pengingat bahwa keluarga tidak harus sempurna untuk dapat dicintai. Setiap keluarga memiliki cerita dan tantangannya masing-masing. Melalui proses memahami, menerima, dan memperbaiki hubungan, setiap individu memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan membangun kehidupan keluarga yang lebih baik.

Editor: Redaksi

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.