Breaking News
recent

PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KERIPIK SINGKONG DI GAMPONG KARANG ANYER KOTA LANGSA

 

Yulistiana Puspita Sari Bersama Pengusaha Kripik Singkong di Gampong Karang Anyer (Doc.Istimewa)


Penulis : Yuliana Puspita Sari

ABSTRAK 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) keripik singkong di Gampong Karang Anyer Kota Langsa. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa untuk mengembangkan produksi keripik singkong di Gampong Karang Anyer, maka penulis memberikan tiga solusi yaitu pertama menggunakan alat pemotong singkong ekletrik yang dapat memotong singkong dengan ukuran ketebalan yang sama besar, lebih rapi dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Kedua ialah dapur yang higienis. Kualitas dari sebuah produksi akan dinilai dari dapur produksinya yang higienis dan yang ketiga ialah pemasaran yang dilakukan secara online. Selain menjual secara offline, pemasaran produk keripik singkong di Gampong Karang Anyer Kota Langsa dapat juga dipasarkan secara online yaitu dengan melakukan promosi di media sosial agar keripik singkong produksi gampong Karang Anyer dapat dipasarkan hingga ke luar daerah.

Kata kunci: Keripik Singkong, Pengembangan UMKM. 

ABSTRACT

This activity aimst to find out how to develop micro, small and medium enterprises (UMKM) In village Karang Anyer Lagsa City. The method used is qualitative. The results of this activity show that to develop the production of cassava chips in village Karang Anyer Lagsa City, the authors provide three solutions, namely the first is to use an electric cassava cutting tool that can cut caasava with the same thickness, which is tidier and doesn’t take a long time. The second is hygienic kitchen. The quality of a product will be assessed from a hygienic production kitchen and the third is marketing that is done online. Besides selling offline, marketing cassava chips products in village Karang Anyer Lagsa City can just be marketed online, namely by promoting on social media so that cassava chips are produced village Karang Anyer Lagsa City can be marketed outside the region.

Keywords:  Cassava chips, UMKM development

A. PENDAHULUAN

Singkong atau yang sering disebut dengan ubi merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang pertama kali dikenal dan dikembangkan di Brazil dan Paraguay didaerah Amerika Selatan (Azwar, 2010). Di Indonesia singkong pertama kali diperkenalkan oleh bangsa portugis yang membawa tanaman tersebut dari Brazil pada abad ke 16, namun baru ditanam dan dibudayakan secara komersial pada tahun 1810.

Saat ini, singkong merupakan salah satu makanan alternatif yang sering dikonsumsi masyarakat luas sebagai sumber karbohidrat pengganti beras. Hal ini dikarenakan di Indonesia, produksi singkong mencapai kurang lebih 20 juta ton per hari, singkong juga merupakan penghasil terbesar petani setelah padi. (Putri & Hersoelistyorini, 2012.

Berdasarkan hasil observasi peneliti mengenai usaha keripik yang sedang dijalani diketahui bahwa UMKM memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di kalangan masyarakat bawah (Sudarma, 2013). Tidak hanya itu, UMKM juga memiliki peran yang sangat pentingl terhadap perekonomian Indonesia. UMKM dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain dan membantu masalah-masalah ekonomi dan  sosial. Oleh karena itu, peningkatan kualitas UMKM sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup UMKM itu sendiri.

Selain itu berdasarkan hasil observasi penulis pada produksi keripik singkong di Gampong Karang Anyer juga diketahui bahwa alat pemotong singkong yang digunakan saat ini masih menggunakan pisau, sehingga hasil potongan singkong terlihat kurang rapi dan ketebalan keripik juga tidak sama serta membutuhkan waktu yang lama. Dapur produksi keripik singkong juga terlihat kurang higienis, tungku yang digunakan untuk menggoreng keripik terlihat kotor dan tata peletakan alat-alat dapur yang belum rapi. Selain itu pemasaran keripik singkong di gampong Karang Anyer saat ini juga masih secara offline yaitu pembeli datang langsung ke tempat penjualan keripik singkong, menurut penulis alangkah lebih baik apabila pemasaran diperluas juga secara online yaitu dengan melakukan promosi-promosi di media sosial agar penjualan keripik singkong dapat dikenal dan diminati di luar-luar daerah.

B. METODE

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara yang dilakukan kepada pemilik UMKM Keripik Singkong di Gampong Karang Anyer Kota Langsa.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan penulis diketahui bahwa UMKM keripik singkong di Gampong Karang Anyer merupakan UMKM unggul yang ada di Gampong Karang Anyer. Namun ada beberapa  hal yang menurut penulis dapat dikembangkan di waktu yang akan datang yaitu;

1. Pembuatan alat pemotong singkong elektrik

Salah satu permasalahan yang dialamai UMKM Gampong Karang Anyer adalah hasil pemotongan singkong yang tidak rapi dan bentuk ketebalannya tidak sama. Hal ini diketahui berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik UMKM Keripik singkong yaitu masalah pemotongan keripik singkong yang kurang rapi dan ketebalan yang tidak sama. Oleh sebab itu perlu adanya suatu pengembangan atau inovasi untuk mengembangkan UMKM nya. Hal ini dikarenan pemilik UMKM hingga saat ini masih menggunakan pisau manual untuk memotong singkong pada kegiatan produksinya. Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut maka akan lebih baik apabila masyarakat karang Anyer yang memproduksi keripik singkong membuat alat pemotong singkong elektrik.

Alat pemotong elektrik dapat memudahkan pemilik UMKM keripik singkong untuk dapat memotong singkong lebih tipis, sama besar dan lebih cepat. Alat pemotong singkong elektrik dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini ; 

Gambar 1. Alat Pemotong Elektrik

2. Pembuatan dapur yang higienis

Dalam membuat keripik singkong goreng yang berkualitas, maka dibutuhkan sebuah dapur yang  higienis. Dapur yang sudah dimiliki oleh UMKM keripik singkong di Karang Anyer masih dinilai kurang higienis. Peletakan barang akan diatur sedemikian rupa, sehingga peralatan memasak dapat dengan mudah diambil dan dirapikan kembali. Tungku kayu bakar yang digunakan menggoreng keripik singkong agar selalu dibersihkan dan dilapisi dengan semen dan keramik agar terlihat lebih bersih.

3. Pembuatan media online

Produk yang berkualitas harus disertai dengan marketing produk yang baik pula. Hasil akhir produk yang diharapkan dihasilkan oleh UMKM keripik singkong Karang Anyer dapat juga dipasarkan secara online. Jadi, para pembeli selain dapat membeli keripik singkong dengan datang langsung ke okasi bisa juga membelinya dengan cara memesan secara online, kemudian pihak kurir yang akan mengantarkan pemesanan keripik kepada pelanggan tersebut.

Metode yang digunakan UMKM tersebut dalam mengenalkan produknya ke media online yaitu dengan melakukan strategi promosi. Metode promosi yang digunakan dapat memperluas daerah pemasaran. (Nurhayati, 2013) bahkan diluar Kota Langsa. Media promosi online memanfaatkan website. Website berfungsi sebagai lapak online atau workshop resmi UMKM tersebut di dunia maya.

Berikut adalah gambar tempat UMKM keripik singkong di Gampong Karang Anyer Kota Langsa

Gambar 2. Lokasi UMKM Keripik Singkong di di Gampong Karang Anyer Kota Langsa

 D. KESIMPULAN

Hasil yang dicapai pada kegiatan ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.    Alat pemotong singkong elektrik dapat membuat hasil potongan singkong menjadi lebih rapi dan mampu memotong singkong dengan ketebalan yang sama. Selain itu, hasil potongan juga menjadi lebih tipis, sehingga keripik singkong yang dihasilkan menjadi lebih renyah dan lebih enak daripada sebelumnya.

2.    Semenjak dilakukannya penjualan online, daerah pemasaran keripik singkong gampong Karang Anyer sudah meluas hingga ke daerah Kualasimpang, Idi dan Perlak. Hal  ini  menunjukkan bahwa promosi melalui media online yang memanfaatkan website telah berhasil meningkatkan penjualan.


E. DAFTAR PUSTAKA 

Azwar, A. (2010). Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Salemba Medika.

Julisar,  &  Miranda,  E. (2013).  Pemakaian  E-Commerce  untuk  Usaha  Kecil  Dan Menengah Guna Meningkatkan Daya Saing. ComTech, 4(2).

Ndaru, H. (2012). Umbi Gadung. Semarang: Universitas Diponegoro.

Novalinda, D., Yanti, L., & Edi, S. (2008). Pemanfaatan Gadung Sebagai Sumber Pangan Lokal dalam Rangka Mendukung Diversifikasi Pangan di Lahan Kering Provinsi Jambi. Jambi.

Nuryanti. (2013). Peran E-Commerce Untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Kecil Dan Menengah ( UKM). Jurnal Ekonomi, 21(4).

Putri, S. W. A., & Hersoelistyorini, W. (2012). Kajian Kadar Protein, Serat, HCN, Dan Sifat Organoleptik Prol Tape Singkong dengan Substitusi Tape Kulit Singkong. Jurnal Pangan Dan Gizi, 3(6).

Sudarma M.   (2013) Mengembangkan   Keterampilan   Berpiki Kreatif Jakarta: Kharisma Putra Utama Offset.

Suhardi. (2002). Dasar-Dasar Bercocok Tanam. Yogyakarta: Kanisius.

Wahyudi, S. T., Khusaini, M., & Pratomo, D. S. (2016). Pemberdayaan Usaha Mikro Dan Kecil (Umk) Berbasis Syariah: Studi Pada Program Pusyar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 22(3).

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.