Breaking News
recent

Membangun Dakwah Multikultural Dengan Perayaan Khanduri Maulid di Desa Pandan Sari

Zawiyah News | Desa pandan sari adalah sebuah desa yang cukup heterogen di kecamatan manyak payed dengan berbgai macam etnis penduduknya, etnis yang paling dominan adalah etnis jawa disusul dengan etnis aceh, batak dan tamiang, yang membuat sedikit perbedaan dengan desa-desa lain di aceh tamiang. Namun walaupun desa pandan sari adalah desa yang cukup berbeda dengan desa lainnya di aceh tamiang, kekompakan, kedamaan serta sifat saling menghormati/toleransi antar etnis cukup baik didesa ini.

Menurut kepala mukim gunung mesjid yang membawahi 11 desa di kecamatan manyak payed salah satunya desa pandan sari, yaitu bapak amriadi(erdogan aceh) “ desa pandan sari adalah desa yang cukup unik, kenapa, karna walaupun mereka berbeda-beda namun kekompakan mereka patut di acungin jempol apalagi hal-hal yang berkaitan tentang agama maupun budaya bahkan desa pandan sari pernah menjadi desa percontohan tentang syariat islam di kecamatan manyak payed” katanya. Dan menurut beliau pula “kekompakan desa pandasari itu tidak lapas dari efektifnya dakwah multikultural yang dibangun oleh datok pandasari yaitu bapak kartono, bapak kartono selaku datok pandan sari beliau membangun dakwah multikultural dengan berbagai macam cara salah satu ialah dengan memeriahkan perayaan khanduri maulid didesa pandan sari”. Katanya.

Dan menurut bapak datok pandan sari, yaitu bapak kartono “perayaan khanduri maulid yang sekarang berbeda dengan khanduri maulid yang dilakukan dulu, kalua dulu perayaan khanduri dilakukan dengan membawa kue-kue saja ke mesjid dan menikmatinya bersama yang membuat banyak penduduk pandansari yang berbeda selera langsung tidak ke mesjid, imbasnya kurangnya kekompakan antar penduduk, yang menjadi PR besar bagi datok untuk menangani masalah ini, namun dengan inisiatif bapak kepala mukim, beliau memberikan arahan kepada datok untuk membangun dakwah multikultural dengan memeriahkan perayaan khanduri maulid dengan memasukkan budaya khanduri maulid yang dilakukan oleh masyarakat aceh pada umumnya untuk menumbuhkan sifat kekompakan antar penduduk dan dengan arahan tersebut pada tahun 2007 datok yang memimpin pandan sari kala itu langsung merealisasikan arahan tersebut, imbasnya sifat kekompkan pun terbangun didesa sampai saat ini”, katanya.

Proses perayaan khanduri di desa pandan sari sama dengan di tempat laninnya yang ada di aceh, yaitu membawa nasi bungkus/nasi kulah khas aceh ke mesjid, dan menikmati khanduri dengan tamu undangan dan masyarakat setelah itu membagi khanduri tersebut kepada masyarakat untuk di bawa pulang, namun sebelum acara pembagian khanduri dilakukan ada zikir(meudike) yang dilakukan oleh santri yang ada di desa pandan sari.


artikel oleh: Hamdani

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.