Breaking News
recent

Fenomena Pengunduran Lomba Ormawa, Dana Jadi Salah Satu Pertimbangan

Dos. (Zawiyah News/Angriea Ilfa Nanda Sari) 
Langsa, Zawiyah News - Perlombaan ditingkat fakultas dan institut mengalami kemunduran dalam jadwal pelaksanaannya. Pendanaan, lokasi pelaksanaan yang dipakai pihak lain dan persiapan ingin lebih meriah jadi alasan. Senin, (6/11/2023).

Perlombaan Syariah Fair yang diadakan oleh Fakultas Syariah seharusnya sudah terlaksana pada 16 Oktober. Perlombaan itu mengalami kemunduran sampai 13 November mendatang dikarenakan dana yang tak kunjung cair. 

“Adanya kendala pada dibagian keuangan kegiatan ini harus kami undur karna adanya kekurangan dana,” ujar Imam Mutaqqin selaku Ketua Panitia Syariah Fair.

Acara Syariah Fair yang diadakan oleh Fakultas Syariah menghimpun beberapa cabang perlombaan yaitu: Syarhil Quran, Futsal, Karya Tulis Ilmiyah, Orasi Ilmiyah, Debat Hukum, Tilawah Quran, Titab Kuning, Video Grafie, Batminton, dan juga Stand Pameran.

Dan dari itu mereka menetapkan 13 November sebagai acuan agar para peserta tidak kecewa, karena untuk pendaftaran, peserta wajib membayar registrasi. Yang mana dari itu pihak panitia juga mengharapkan adanya uang sponsor dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang akan di audiensikan oleh pihak rektor karna kurangnya dana yang diberikan oleh pihak kampus dalam kegiatan Syariah Fair.

"Dari dana kampus sendiri sangatlah kurang, karena kan dana kampus sendiri kan 12 juta 400 ribu dan pencairan pertama pasti pinjaman sekitaran 6 juta dan kami mengharapkan uang adanya uang sponsor dari luar (DPRD) yang akan kami audiensi kepihak rektorat,” tambah Imam Mutaqqin. 

Jika sponsor yang sudah diaudiensi tidak diterima oleh pihak rektor maka Syariah Fair akan meminimalisir dana yang diberikan. 

“Misalkan nasi atau buah yang bisa kita beli dengan harga 12 ribu keatas kita bisa kecilkan lagi dengan harga 8 ribuan,” ujar Imam.

Dari itu ketua panitia berharap agar kampus ini lebih cepat memproses suatu anggaran dan juga menyiapkan anggaran tak terduga agar ketika mahasiswa kekurangan dana, kampus siap memberikan dana tersebut.

“Harapan saya pendanaan kampus ini agar lebih cepat proses dalam suatu anggaran dan juga tidak seperti kampus-kampus luar yang tidak tertebak anggarannya atau bisa disebut dengan anggaran tak terduga, yang mana ketika mahasiswa kekurangan dana ada persiapan dari anggaran tersebut,” tambah Imam. 

Dan untuk rencana anggaran biaya (RAP) itu hanya untuk alat tulis kanto (ATK) , honor wasit, honor panitia, dan konsumsi. 

Uang pendaftaran yang  dipungut itu digunakan untuk menyewa alat dan tempat seperti panggung, lapangan futsal, konsumsi, sound dan lainnya.

Berbeda dari Syariah Fair, acara perlombaan Zawiyah Exfo di tingkat institut juga mengalami kemunduran pelaksanaan, yang awalnya akan dilaksanakan pada 1 November 2023 namun di undur ke 7 november mendatang.

Perlombaan Zawiyah Exfo mengalami kemunduran dikarenakan panitia perlu melakukan persiapan lanjutan agar acara lebih meriah. Selain itu, lokasi acara, Gedung Auditorium, pada 1 November digunakan pihak lain.

“Panitia ingin mempersiapkan kegiatan lebih matang lagi, juga tidak ada alasan kekurangan dana menyebabkan acara ini di undur, kemunduran murni keputusan panitia yang perlu sedikit waktu lagi agar acara lebih meriah dan juga di tanggal 1 (November) Auditorium sudah dipakai oleh pihak lain,” ujar Husna sebagai Ketua Panitia Zawiyah Exfo.

Oleh: Nirwana Ulfa, Yunita Fitri Nasution

Editor: Angriea Ilfa Nanda Sari

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.