![]() |
| Foto bersama dalam kegiatan pengembangan pemasaran gula aren lokal |
Penulis : Chintiya Rahma lubis
Aceh tamiang- Zawiyah News – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa kelompok 37 yang bertugas di desa tangsi lama, kecamatan seruway, aceh tamiang, melaksanakan salah satu program kerja (proker) unggulan dengan fokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gula aren milik warga setempat. Pada Rabu 13 Agustus 2025.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di salah satu rumah produksi gula aren desa tersebut, para mahasiswa berkesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan gula aren tradisional mulai dari penyadapan nira, perebusan, hingga pencetakan gula. Proses ini dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana, mempertahankan cita rasa dan kualitas khas gula aren lokal.
Salah satu mahasiswa KKN mengatakan bahwa mereka ingin mengangkat potensi gula aren.
“Kami ingin mengangkat potensi gula aren ini agar lebih dikenal luas dan membantu pelaku UMKM di sini dalam pemasaran,” ujar Chintiya.
Gula aren Desa Tangsi Lama terkenal dengan rasa manis alaminya, tekstur padat, serta warna cokelat pekat yang berasal murni dari nira pohon aren tanpa bahan tambahan. Produk ini tidak hanya digunakan sebagai pemanis alami dalam berbagai minuman tradisional, tetapi juga menjadi bahan penting dalam pembuatan kue dan makanan khas Aceh. Namun, keberlangsungan produksi gula aren di desa ini menghadapi tantangan besar. Maraknya penanaman pohon kelapa sawit di wilayah sekitar dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah pola mata pencaharian masyarakat. Banyak petani aren terpaksa beralih profesi karena lahan untuk menanam pohon aren semakin terbatas, sementara proses perawatan dan penyadapan nira memerlukan waktu, tenaga, serta keterampilan khusus. Akibatnya, jumlah petani aren terus menurun, dan hingga saat ini hanya tersisa satu orang pengrajin gula aren yang masih bertahan memproduksinya secara tradisional, yakni Ibu Wati, warga Desa Tangsi Lama. Dengan ketekunan dan dedikasinya, beliau terus menjaga warisan cita rasa gula aren khas daerah ini agar tetap lestari di tengah gempuran perubahan zaman.
Melalui proker ini, mahasiswa KKN berharap dapat membantu pelaku UMKM setempat mengembangkan strategi pemasaran, meningkatkan kualitas kemasan, dan memperluas jangkauan pasar, sehingga gula aren Tangsi Lama dapat menjadi salah satu produk unggulan Aceh Tamiang yang memiliki daya saing di tingkat regional maupun nasional.
Editor : M Auf Halim
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar