Breaking News
recent

IAIN LANGSA GELAR HAUL NURCHOLISH MAJDID , KENANG PEMIKIR ISLAM SUBSTANTIF

(Doc. Azwanda) 
Foto bersama para narasumber, dalam acara Haul Nurcholish Madjid di ruangan microticing gedung baru IAIN Langsa. Rabu, (06/8/2025).

 



Penulis : Melanie Dwi Rahma 

Langsa, Zawiyah News - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa akan menyelenggarakan acara "Haul Nurcholish Madjid: Cak Nur: Gagasan dan Aktivisme Keislaman" untuk memperingati hari lahir Nurcholish Madjid, atau Cak Nur, seorang pemikir Islam, cendekiawan, dan budayawan yang lahir pada 17 Maret 1938. Rabu, (06/8/2025).

Acara ini akan diadakan di Gedung Baru IAIN Langsa pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan terbuka untuk umum. Haul ini bertujuan untuk mengenang dan menggali kembali pemikiran-pemikiran Cak Nur yang relevan bagi konteks keislaman dan kebangsaan Indonesia saat ini.

Berikut Pembicara yang mengisi acara tersebut :

• Keynote Speaker: Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Ar Rauf Nasution, MA. 

• Moderator: Pendiri KUTUB, Dr. Muhammad Alkaf, M.Si. 

• Pembicara:

◦ Dr. Budhy Munawar Rachman (Paramadina Jakarta). 

◦ Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA (Wakil Rektor I IAIN Langsa). 

◦ Dr. Mustamar Iqbal Siregar, MA (Dosen Pascasarjana IAIN Langsa). 

Nurcholish Madjid, yang dikenal sebagai "guru bangsa", mewariskan pemikiran mendalam yang terus relevan bagi Indonesia. Kiprah intelektualnya dimulai saat menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) selama dua periode (1966-1971). Pada masa itu, ia merumuskan Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang menjadi landasan ideologis kader HMI hingga kini.

Cak Nur dikenal dengan gagasannya yang revolusioner, "Islam yes, partai Islam no". Pemikiran ini menekankan pentingnya nilai-nilai universal Islam seperti keadilan, pluralisme, dan toleransi, daripada terjebak dalam formalitas politik identitas. Baginya, Indonesia adalah negara yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai etika politik, bukan negara sekuler atau negara agama.

Peran Cak Nur sebagai intelektual publik sangat menonjol, terutama saat krisis 1998, di mana ia menjadi salah satu tokoh yang menasihati Presiden Soeharto untuk mundur. Di bidang pendidikan, ia mendirikan Yayasan Paramadina, yang kini menjadi Universitas Paramadina, sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam modern dan pluralis.

Karya-karyanya, seperti Islam Doktrin dan Peradaban serta Cita-Cita Politik Islam, tetap menjadi rujukan penting. Nurcholish Madjid dikenang sebagai sosok yang berani mendobrak tradisi dan menawarkan visi politik yang membawa Islam ke panggung peradaban modern Indonesia.

Editor : Uswatul Husna

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.