![]() |
| (Doc. Eimil S) Foto KKN Mandiri Kelompok 36 IAIN Langsa menanam TOGA, dan menanam pangan, serta membuat biopori di Desa Sukarakyat. Selasa, (19/8/2025). |
Penulis : Desi Retno Indra Iswari
Aceh Tamiang, Zawiyah News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 36 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menginisiasi program penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan tanaman pangan di Desa Sukarakyat, Dusun Makmur, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, (19/08/2025).
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja utama mahasiswa yang bertujuan mendukung kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa.
Beragam tanaman obat yang ditanam meliputi kunyit, bengle, lidah buaya, kencur, dan jahe. Tanaman-tanaman tersebut dikenal memiliki khasiat kesehatan serta mudah diolah menjadi obat tradisional oleh masyarakat. Selain TOGA, mahasiswa juga menanam tanaman pangan seperti kangkung, terong, dan sawi yang bernilai gizi tinggi serta sesuai dengan program pemerintah dalam mendukung kemandirian pangan berbasis masyarakat.
Selain penanaman, mahasiswa KKN juga membuat lubang resapan biopori di sekitar area pekarangan. Biopori ini bermanfaat untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, mencegah genangan, serta menghasilkan kompos alami dari sampah organik rumah tangga. Dengan adanya biopori, kesuburan tanah diharapkan semakin terjaga sehingga tanaman TOGA maupun pangan dapat tumbuh lebih optimal.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari warga Dusun Makmur. Sejumlah warga turut membantu proses penanaman sekaligus memperoleh pengetahuan tentang teknik budidaya, pemanfaatan tanaman obat dan pangan, serta cara pembuatan biopori. Melalui kerja sama tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan obat tradisional dan bahan pangan sehari-hari.
Ketua Kelompok KKN 36 IAIN Langsa, Muhammad Falka Alwi, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar kegiatan penanaman, tetapi juga bagian dari edukasi bagi masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
“Kami ingin masyarakat terbiasa menanam dan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam menggalakkan gerakan ketahanan pangan serta pemanfaatan obat tradisional secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap Desa Sukarakyat, khususnya Dusun Makmur, dapat menjadi contoh desa yang sukses mengoptimalkan potensi lokal demi meningkatkan kesehatan, menjaga lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan warganya.
Editor : Uswatul Husna

Tidak ada komentar:
Posting Komentar