Breaking News
recent

Mahasiswa KKN IAIN Langsa Olah Daun Katuk Jadi Produk Simplisia di Desa Alue Merbau

 

(Doc. Istimewa)




Penulis: Amanda Viola

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 20 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa kembali menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pada Sabtu, 23 Agustus 2025, pukul 09.00–11.45 WIB, mereka melaksanakan program kerja berupa pembuatan produk simplisia dari daun katuk (Sauropus androgynus) di Desa Alue Merbau, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa.

Inisiatif ini berangkat dari pengamatan sederhana di lapangan, di mana hampir seluruh warga desa memiliki tanaman katuk di pekarangan rumah. Selama ini, daun katuk umumnya hanya dimanfaatkan sebagai bahan sayur bening. Namun, mahasiswa KKN melihat potensi yang lebih luas dari tanaman ini dan berinisiatif mengolahnya menjadi produk serbaguna, seperti teh herbal, es krim, agar-agar, hingga pewarna alami makanan.

Daun katuk bukan hanya kaya akan warna hijau yang alami, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang melimpah. Beberapa zat gizi penting yang terdapat di dalamnya antara lain protein, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, vitamin C, beta-karoten, vitamin B2, dan B3. Selain itu, daun katuk juga mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, saponin, dan alkaloid papaverin yang dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Proses Pengolahan Simplisia Daun Katuk
Pengolahan daun katuk menjadi produk simplisia dilakukan secara sederhana dan bisa dengan mudah diterapkan oleh masyarakat. Langkah-langkahnya antara lain:

1.Pemilihan daun – Daun yang digunakan adalah daun yang tidak terlalu muda maupun terlalu tua.

2.Pencucian dan penirisan – Daun dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran dan ditiriskan.

3.Pengeringan – Terdapat tiga metode yang digunakan: dijemur di bawah sinar matahari, dioven, atau disangrai dengan api kecil.

4.Penggilingan – Setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi serbuk halus.

5.Pengayakan dan pengemasan – Serbuk yang telah halus diayak dan dikemas dalam wadah tertutup yang kedap udara untuk menjaga kualitas dan daya tahan.

Dengan proses yang relatif mudah, produk simplisia daun katuk ini diharapkan mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi warga Desa Alue Merbau. Terlebih lagi, manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh daun katuk sangat beragam, mulai dari meningkatkan produksi ASI, menurunkan kadar gula darah, mencegah obesitas, mempercepat penyembuhan luka, mengatasi peradangan, hingga mencegah anemia dan infeksi.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Kelompok 20 IAIN Langsa berharap dapat meninggalkan jejak yang bermakna di tengah masyarakat. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan antusiasme warga selama pelaksanaan program.

“Kami ingin agar warga tidak hanya melihat daun katuk sebagai sayuran biasa, tetapi juga sebagai sumber manfaat dan peluang usaha,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Dengan demikian, program KKN ini bukan sekadar menjadi ajang pengabdian, melainkan juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui inovasi lokal yang sederhana namun berdampak nyata.

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.