Penulis: Amanda Viola
Langsa Timur, Zawiyah News – Pagi yang cerah di SDN Alue Merbau diisi dengan kegiatan gotong royong bersama, antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 20 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa dan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Merbau. kegiatan gotong royong ini dimulai pada pukul 07.35 hingga 07.55 WIB. Sebelum pelajaran dimulai, seluruh siswa tampak semangat membersihkan halaman sekolah, ruang kelas, serta lingkungan sekitar dengan dibimbing para mahasiswa KKN.
Kegiatan gotong royong ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan serta untuk menanamkan rasa peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Mahasiswa KKN membagi tugas kepada siswa, mulai dari menyapu halaman, mengumpulkan sampah, hingga merapikan meja dan kursi di dalam kelas. Suasana kerja sama yang akrab membuat kegiatan terasa menyenangkan.
Ketua kelompok KKN 20, Chalis, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong sengaja dilaksanakan di pagi hari agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan sebelum memulai pelajaran. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kebersihan sekolah adalah tanggung jawab bersama. Dengan lingkungan yang bersih, belajar pun jadi lebih nyaman,” ujarnya.
Selain gotong royong, mahasiswa KKN juga menyampaikan pesan edukatif tentang kesehatan dan kebersihan. Mereka menjelaskan kepada siswa bagaimana kebiasaan menjaga lingkungan yang bersih dapat mencegah penyakit sekaligus menciptakan suasana sekolah yang lebih indah dan nyaman.
Kepala sekolah SDN Alue Merbau, Raihcatul Jannah, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu kebersihan sekolah tetapi juga memberi teladan positif kepada siswa. “Kami sangat berterima kasih, semoga anak-anak dapat meniru semangat gotong royong ini dan membawanya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, mahasiswa KKN 20 IAIN Langsa berharap nilai kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab ,semakin tertanam dalam diri siswa SDN Alue Merbau. Dengan demikian, gotong royong tidak hanya menjadi aktivitas sesaat, melainkan budaya yang terus hidup di lingkungan sekolah.
Editor: Diah Kemala Dewi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar