![]() |
| (Doc. Istimewa) |
Penulis :Raihani Isnain
Bulan Ramadan sering kali disebut sebagai bulan "madrasah," tempat umat Muslim ditempa untuk memperbaiki kualitas diri. Namun, makna puasa tidak berhenti pada menahan lapar, haus, serta menjaga lisan dan hati secara personal. Lebih jelasnya, Ramadan adalah momentum emas untuk mengubah kesalehan individu menjadi kepedulian sosial yang nyata.
1. Perintah Puasa Ramdhan yang mewajibkan seluruh lapisan Umat
Kewajiban puasa yang menyeluruh ini mengandung hikmah sebab-sebab ketakwaan, yaitu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Ibnu Sa'di dalam tafsirnya saat menjelaskan ayat perintah puasa Ramadhan yakni firman Allah surat Al-Baqarah ayat 183.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Al-Baqarah:183)
Beliau mengatakan bahwa kalimat (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) "agar kamu bertakwa" merupakan hikmah disyariatkannya puasa, sebab puasa merupakan lebih besar-besarnya ketakwaan, karena di dalam mengerjakan puasa termuat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangannya.
"Di antara sebab-sebab ketakwaan adalah ketika orang kaya merasakan pedihnya rasa lapar,
Hal itu akan mendorongnya untuk ikut merasakan dan menghibur penderitaan kaum fakir yang serba kekurangan. Dan sikap seperti ini termasuk bagian dari sifat ketakwaan." (Abdurrahman As-Sa'di, Tafsir as-Sa'di, [Muassasah Ar-Risalah: 2000] juz I halaman 87).
2. Menghidupkan Empati Melalui Rasa Lapar
Rasa lapar yang kita rasakan saat berpuasa bukanlah sekadar ritual tanpa makna. Secara psikologis dan spiritual, rasa lapar tersebut dirancang untuk menumbuhkan empati. Dengan merasakan sedikit perih di lambung, kita diingatkan pada jutaan saudara kita yang mungkin merasakan lapar bukan karena sedang beribadah, melainkan karena keterbatasan ekonomi.
3. Manifestasi Kepedulian dalam Tindakan
Kepedulian sosial di bulan Ramadan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yang sederhana namun berdampak besar
a. Berbagi Iftar (Buka Puasa)
Memberi makan orang yang berpuasa memiliki keutamaan pahala yang besar, sekaligus mempererat tali persaudaraan tanpa memandang kasta sosial.
b. Optimalisasi Zakat dan Sedekah
Ramadan adalah waktu di mana semangat berbagi mencapai puncaknya. Mengeluarkan zakat fitrah maupun sedekah mal menjadi instrumen penting untuk pemerataan ekonomi di masyarakat.
c. Menjaga Kehormatan Sesama
Sebagaimana kita menjaga lisan dari ghibah, kita juga diajak untuk menjaga kehormatan sesama dengan tidak memamerkan kemewahan yang berlebihan di tengah mereka yang kekurangan.
Menjaga lisan dan hati adalah akar dari ibadah puasa, namun kepedulian sosial adalah buahnya. Jika puasa hanya membuat kita lebih saleh secara pribadi tetapi tetap acuh terhadap tetangga yang kelaparan, maka kita telah melewatkan esensi terbesar dari bulan suci ini. Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai jembatan untuk mempererat kepedulian terhadap sesama.
Referensi:
https://islam.nu.or.id/khutbah/kultum-ramadhan-hikmah-puasa-dalam-membentuk-kesadaran-sosial-Yqu3P
https://gemini.google.com/share/956960265f0a
Editor : Redaksi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar