![]() |
| (Doc. Istimewa) Sesi Foto Bersama dengan Kedua Narasumber Seminar Authentic Happiness, di gedung Aula SBSN. senin, (22/062026). |
Penulis: Nurul Innayatun Nisa
Langsa, Zawiyah News – Lembaga Pengkajian Qur'an dan Hadis (LPQH) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Psikologi menggelar seminar bertema "Tak Perlu Sempurna, Kurayakan Apa Adanya: Menemukan Authentic Happiness bagi Gen-Z". Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa, pelajar, serta masyarakat. Seminar berlangsung di Aula Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa pada pukul 08.00 WIB. Senin, (22/06/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. H. Zulkarnaini, M.A., Guru Besar Pascasarjana IAIN Langsa, dan Dedy Surya, M.Psi., Psikolog. Keduanya membahas kesehatan mental dan kebahagiaan autentik dari perspektif psikologi serta nilai-nilai keislaman.
Seminar ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan mental yang semakin banyak dibicarakan, khususnya di kalangan generasi muda. Di tengah tekanan akademik, lingkungan sosial, dan tuntutan untuk selalu tampil sempurna di media sosial, banyak anak muda yang kerap merasa cemas, rendah diri, bahkan kehilangan kepercayaan diri.
Ketua Panitia, Ratu Balqis, mengungkapkan bahwa panitia sempat menghadapi kendala pendanaan karena LPQH dan HMJ Psikologi merupakan organisasi yang baru dilantik. Namun, kendala tersebut dapat diatasi berkat dukungan sponsor dari Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Pembina LPQH, serta Pembina HMJ Psikologi.
Ia juga menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran peserta terhadap standar kesempurnaan yang sering kali tidak realistis di media sosial, serta membantu mereka membangun self-acceptance, mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, dan menjadi pribadi yang lebih resilien serta sadar diri.
Ketua Umum LPQH, Fiqri Wahyudi, mengatakan bahwa tema tersebut dipilih untuk mengajak generasi muda memahami bahwa kebahagiaan tidak harus berasal dari kesempurnaan atau pencapaian yang tinggi. Menurutnya, authentic happiness dapat ditemukan ketika seseorang mampu menerima dirinya apa adanya, termasuk segala kelebihan dan kekurangannya.
"Melalui seminar ini, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan mental serta membangun sikap penerimaan diri yang lebih baik," ujarnya.
Panitia berharap seminar ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki proses hidup yang berbeda. Karena itu, generasi muda diajak untuk tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain, menghargai setiap proses yang dijalani, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan.
Editor: Sri Rahayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar