Breaking News
recent

PRAKTIK KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA KPI IAIN LANGSA DAPAT APRESIASI DARI WALI KOTA LANGSA

 


(Doc. Istimewa)

Sesi Foto Bersama Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, dan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), IAIN Langsa Usai Kegiatan Praktik Kewirausahaan pada Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka, Kota Langsa. Minggu, (05/07/2026).


‎Penulis : Lutfia Pratiwi

Langsa, Zawiyah News – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, berpartisipasi dalam kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Kota Langsa. Minggu, (05/07/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti oleh mahasiswa KPI sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) Semester VI Mata Kuliah Entrepreneurship (Kewirausahaan).

‎Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola usaha, mulai dari tahap perencanaan, pengelolaan modal, hingga memasarkan produk kepada masyarakat. Selain menjadi bagian dari penilaian akademik, kegiatan ini juga bertujuan mengasah kemampuan berwirausaha, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui praktik langsung di lapangan.

‎Sebanyak 30 mahasiswa KPI turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Meskipun telah direncanakan sejak jauh hari, persiapan baru dimulai dua hari sebelum pelaksanaan. Pada Jumat, seluruh mahasiswa mengumpulkan dana sebagai modal usaha. Keesokan harinya, mereka mulai mengolah berbagai produk yang akan dijual, seperti membuat es mambo, merebus singkong untuk menu singkong gaul, serta menyiapkan adonan dan isian pisang cokelat yang akan digoreng pada hari pelaksanaan. Selain itu, mahasiswa juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung agar proses penjualan berjalan lancar.

‎Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok usaha. Kelompok pertama mengusung nama "Harga Tipis" dengan menawarkan berbagai produk, seperti sayuran, air mineral, es mambo, dan es semangka. Sementara itu, kelompok kedua mengusung nama "MBG (Murah Banget Guys)" yang menjual es kuwut melon, singkong gaul, pisang cokelat, serta aneka buah potong segar yang terdiri atas melon, semangka, pepaya, dan nanas.

‎Di tengah kegiatan, Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, mengunjungi stand mahasiswa KPI IAIN Langsa. Kehadirannya memberikan semangat bagi para mahasiswa yang sedang menjalankan praktik kewirausahaan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan semangat berwirausaha mahasiswa, Jeffry Sentana memborong seluruh dagangan dari kedua kelompok. Produk yang dibeli kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat yang berada di lokasi kegiatan.

‎Dalam kesempatan tersebut, Jeffry Sentana memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak masih duduk di bangku kuliah.

‎"Kalian ini bagus. Tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga belajar bagaimana cara mengelola usaha dan mendapatkan uang," ujarnya.

‎‎Dukungan terhadap kegiatan ini juga diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Entrepreneurship (Kewirausahaan), Dr. Zulkarnain, S.Ag., M.A. Menurutnya, praktik kewirausahaan di ruang terbuka menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena mahasiswa dapat merasakan secara langsung proses membangun usaha, mulai dari menghimpun modal, menentukan produk, memasarkan dagangan, hingga memperoleh keuntungan.

‎‎Selama kegiatan berlangsung, Dr. Zulkarnain turut meninjau lokasi untuk memantau jalannya praktik kewirausahaan mahasiswa. Ia berdialog dengan setiap kelompok mengenai perkembangan penjualan, respons masyarakat terhadap produk yang dipasarkan, serta memastikan modal usaha yang telah dikumpulkan dapat kembali seluruhnya. Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam membangun usaha sejak masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

‎Dari hasil penjualan, kedua kelompok berhasil mengembalikan seluruh modal usaha yang telah dihimpun. Selain itu, masing-masing kelompok memperoleh keuntungan bersih hingga ratusan ribu rupiah. Keuntungan tersebut kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh anggota kelompok.

‎Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berwirausaha secara langsung, tetapi juga mengasah kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, serta menyusun strategi pemasaran. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam membangun jiwa kewirausahaan yang kreatif, mandiri, dan adaptif di tengah perkembangan dunia kerja.

‎Editor: Sri Rahayu

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.