Breaking News
recent

DARI PELEPAH MENJADI RUPIAH POTENSI EKONOMI LIDI SAWIT DI DESA BANDAR KHALIFAH

(Doc. Desi Junianda M)
tahapan awal pembuatan lidi dari pelepah sawit. Desa Bandar Khalifah, Kec. Bendahara, Kab. Aceh Tamiang, Jum'at (14/08/2026)

 

Penulis: Desi Junianda M

Di tengah perkebunan kelapa sawit yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, terdapat potensi ekonomi yang sering kali luput dari perhatian. Pelepah sawit yang biasanya dianggap sebagai sisa perkebunan justru dimanfaatkan masyarakat menjadi lidi yang memiliki nilai jual. Dari bahan yang sederhana tersebut, warga berusaha menciptakan sumber pendapatan sekaligus memanfaatkan limbah perkebunan agar tidak terbuang begitu saja.

Bagi masyarakat yang menjalankannya, mengolah lidi sawit bukan sekadar pekerjaan tambahan. Aktivitas ini membutuhkan ketekunan karena prosesnya dilakukan secara bertahap. Pelepah sawit dikumpulkan dari perkebunan sekitar, kemudian bagian daunnya diraut hingga menyisakan batang lidi. Setelah itu, lidi dijemur selama dua hingga tiga hari hingga benar-benar kering sebelum dipilah, diikat, dan disetorkan kepada penampung. Rangkaian proses sederhana tersebut menunjukkan bahwa sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat memiliki manfaat ketika dikelola dengan baik.

Nilai ekonomi dari lidi sawit terlihat dari harga jualnya. Lidi sawit yang telah kering dapat dihargai sekitar Rp5.400 hingga Rp5.800 per kilogram. Penghasilan yang diperoleh warga tentu bergantung pada jumlah lidi yang berhasil dikumpulkan dan harga yang berlaku. Dalam kondisi tertentu, pendapatan dari penjualan lidi bahkan dapat mencapai sekitar Rp3 juta dalam satu minggu.

Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi tidak selalu berasal dari usaha dengan modal besar. Masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka untuk menciptakan penghasilan. Bagi warga Desa Bandar Khalifah, pelepah sawit yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari sisa perkebunan kini memiliki nilai ketika dikumpulkan dan diolah secara telaten.

Lebih dari sekadar menghasilkan uang, pemanfaatan lidi sawit juga memberikan manfaat dari sisi lingkungan. Pelepah yang sebelumnya dibiarkan menumpuk dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki fungsi ekonomi. Dari sini terlihat bahwa kegiatan ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan ketika masyarakat mampu melihat peluang dari sumber daya yang ada di sekitarnya.

(Doc. Desi Junianda M)
Proses meraut lidi, memisahkan antara daun hingga tersisa batang lidi, Jum'at (14/08/2026)


Pengembangan potensi lidi sawit tidak terlepas dari peran masyarakat dan pemerintah desa. Datok Penghulu Bandar Khalifah, M. Angga Sopianda, menyampaikan apresiasinya terhadap kegigihan warga dalam memanfaatkan pelepah sawit sebagai sumber penghasilan. Saya sangat mengapresiasi masyarakat atas upaya kerja keras mereka. "Saya juga selalu memberikan edukasi kepada warga dan meminta izin kepada pihak perusahaan kelapa sawit setempat agar masyarakat lebih mudah dalam mengumpulkan pelepah sawit,” ujarnya.

Menurutnya, potensi tersebut masih dapat dikembangkan lebih jauh sehingga masyarakat tidak hanya menjual lidi dalam bentuk bahan mentah. Jika pengolahan dapat ditingkatkan menjadi produk jadi, seperti kerajinan atau berbagai perlengkapan rumah tangga, nilai jualnya berpeluang menjadi lebih tinggi. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh pendapatan dari proses pengumpulan, tetapi juga dari hasil kreativitas dan pengolahan produk.

Potensi lidi sawit di Desa Bandar Khalifah memperlihatkan bahwa peluang ekonomi dapat tumbuh dari hal-hal yang sederhana. Ketika masyarakat memiliki kemauan untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya di sekitarnya, limbah perkebunan dapat berubah menjadi sumber pendapatan yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, pengembangan potensi tersebut membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Pelatihan mengenai pengolahan, peningkatan kualitas, pemasaran, serta pengembangan produk menjadi beberapa hal yang dapat dilakukan agar nilai ekonomi lidi sawit semakin besar. Jika masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk turunan, peluang usaha yang tercipta juga akan semakin luas.

Pada akhirnya, lidi sawit di Desa Bandar Khalifah bukan hanya tentang pelepah yang dikumpulkan, dijemur, lalu dijual. Di balik proses tersebut terdapat cerita tentang ketekunan masyarakat dalam mencari peluang, memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dan menciptakan nilai dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Dari pelepah yang sederhana, lahir sebuah potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan menjadi sumber penghidupan dan bagian dari kekuatan ekonomi desa.

Editor: Ade Nurhmahdiyyah 

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.