Satu panggung, banyak bakat, dan satu momen penuh kebersamaan. Festival Anak Sholeh di Banjaran Raya, sabtu (15/08/2026).
Penulis: Ainun Mardiah
Langkat, Zawiyah News — Sebanyak 61 anak tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Festival Anak Sholeh yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa bersama masyarakat Desa Banjaran Raya. Kegiatan berlangsung pukul 11.00–20.00 WIB di Masjid Raya UPL, Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026).
Festival dibuka oleh Ridwan Pasaribu selaku Sekretaris MTs. Para peserta kemudian mengikuti empat cabang perlombaan, yaitu azan, tartil Al-Qur'an, tilawah, dan hafalan surat pendek. Penilaian disesuaikan dengan masing-masing cabang, seperti adab, irama, tajwid, makhraj, suara, dan kelancaran. “Festival Anak Sholeh ini kami laksanakan sebagai ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang keagamaan. Kami juga ingin kegiatan ini menjadi bagian dari kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Banjaran Raya,” ujar Aryogi Mahendra selaku Ketua Panitia Festival Anak Sholeh.
Selama perlombaan, mahasiswa KKN bersama perangkat desa turut membantu mengatur jalannya acara dan mendampingi peserta. Anak-anak terlihat mengikuti setiap cabang dengan antusias sekaligus mendapat kesempatan untuk melatih keberanian, kemampuan keagamaan, dan sportivitas. Selain perlombaan, panitia juga menyiapkan penghargaan bagi para peserta. Juara I, II, dan III mendapatkan piala serta uang pembinaan, sedangkan Juara Harapan I, II, dan III memperoleh buku. Panitia turut memberikan dua buku kepada peserta yang belum memperoleh juara sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan mereka.
Melalui Festival Anak Sholeh ini, Aryogi Mahendra selaku Ketua Panitia "berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat Desa Banjaran Raya. Kegiatan ini dapat memberikan pengalaman positif bagi anak-anak dan memotivasi mereka untuk terus belajar serta mengembangkan potensi di bidang keagamaan,” ujarnya. Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian dan kerja sama bersama warga selama pelaksanaan KKN.
Editor: Ade Nurmahdiyyah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar