Breaking News
recent

KKN 24 IAIN LANGSA DAMPINGI POSYANDU TINGKATKAN PEMANTAUAN KESEHATAN BAYI WARGA

(Doc. Nadia shakila)
Mahasiswa KKN 24 IAIN Langsa membantu memberikan vitamin A kepada balita dalam kegiatan Posyandu di Gampong Seuneubok Aceh, Aceh Tamiang. Selasa, (12/8/2026).

 

 


Penulis: Salsabiila

Aceh Tamiang, Zawiyah News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Langsa Kelompok 24 turut mendampingi kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam mendukung pemantauan kesehatan bayi, lansia, dan ibu hamil di Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Selasa, (11/8/2026). 

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut melibatkan kader Posyandu dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan Posyandu ini bertujuan memantau kesehatan masyarakat, khususnya tumbuh kembang bayi dan balita, pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM) bagi lansia, serta pemantauan kesehatan ibu hamil.

Bidan Desa Seuneubok Aceh, Linda Kusuma, turut mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengatakan kegiatan Posyandu selama ini berjalan lancar. Namun, pada pelaksanaan kali ini terdapat kendala dalam penyampaian informasi kepada masyarakat karena pemberitahuan lebih banyak disampaikan melalui grup WhatsApp. “Alhamdulillah selama ini lancar kegiatan, tetapi hari ini ada miskomunikasi karena informasi hanya melalui WhatsApp dan tidak langsung. Ini juga karena keterbatasan kader di kampung ini,” ujarnya.

Menurut Linda, sebelumnya informasi mengenai kegiatan Posyandu disampaikan secara langsung dari rumah ke rumah maupun melalui kegiatan wirid masyarakat. Namun, pada pelaksanaan kali ini penyampaian informasi lebih banyak dilakukan melalui WhatsApp karena keterbatasan jumlah kader.

Posyandu Desa Seuneubok Aceh telah berdiri sejak 2018. Pada periode sebelumnya, sasaran pelayanan mencapai sekitar 70 lansia dan 100 balita. Sementara itu, jumlah ibu hamil yang saat ini tercatat sebanyak 10 orang. Pada pelaksanaan Posyandu kali ini, sebanyak 21 lansia mengikuti pelayanan.

Selain pemantauan kesehatan, kader Posyandu juga berupaya memberikan makanan tambahan kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaannya. Para kader kemudian berinisiatif mendatangi rumah-rumah warga untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi kendala dalam pelaksanaan Posyandu. Linda menjelaskan sekitar 50 persen peralatan Posyandu mengalami kerusakan atau terbawa banjir sehingga peralatan yang tersedia saat ini masih terbatas.

Kendala lainnya adalah kedisiplinan waktu masyarakat. Sebagian warga masih datang terlambat ketika kegiatan Posyandu dilaksanakan. Selain itu, terdapat masyarakat yang menginginkan pelayanan dilakukan dengan cepat karena ingin segera kembali ke rumah.

Meskipun terdapat berbagai kendala, kegiatan Posyandu tetap berjalan dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, masyarakat, serta mahasiswa KKN IAIN Langsa Kelompok 24. Kehadiran mahasiswa turut membantu kader dalam pelaksanaan kegiatan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan.

Salah seorang warga lanjut usia yang mengikuti kegiatan Posyandu, Fatimah, mengatakan keberadaan Posyandu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pemeriksaan kesehatan di lingkungan tempat tinggal. “Alhamdulillah dengan adanya Posyandu ini kami bisa mengecek gula darah tinggi dan rendah di dekat rumah, tidak perlu jauh,” katanya.

Linda berharap kegiatan Posyandu ke depan dapat berjalan lebih baik dan mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Ia juga berharap masyarakat semakin aktif berkontribusi serta berpartisipasi dalam setiap kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di desa.“Harapannya kegiatan Posyandu bisa lebih meningkat dari sebelumnya dan masyarakat mau ikut berkontribusi,” ujarnya.

Editor: Eny Pratiwi 

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.