Penulis: Ulandari
Aceh Tamiang, Zawiyah News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 24 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa melaksanakan program penghijauan dengan menanam sebanyak 40 pohon pucuk merah di Gampong Seuneubok Aceh, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai Jumat hingga Senin, 7–10 Agustus 2026. Senin, (10/8/2026).
Kegiatan penanaman dilakukan di sejumlah titik, mulai dari pintu masuk hingga bagian akhir Gampong Seuneubok Aceh. Sebanyak 14 mahasiswa KKN Kelompok 24 terlibat langsung dalam kegiatan tersebut bersama Datok Ibrahim selaku Datok Gampong Seuneubok Aceh dan Nasrudin selaku anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Program penghijauan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk memulihkan kondisi lingkungan Gampong Seuneubok Aceh yang terdampak banjir. Pasca banjir, kondisi lingkungan mengalami perubahan, seperti banyaknya pohon yang mati, tanah yang kering dan berlumpur, serta berbagai fasilitas masyarakat yang turut terdampak.
Selain kondisi lingkungan, masyarakat juga mengalami kerusakan dan kehilangan sejumlah fasilitas, seperti fasilitas sekolah, Posyandu, Taman Kanak-Kanak (TK), dan fasilitas umum lainnya. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN 24 untuk turut mengambil langkah dalam membantu mengembalikan penghijauan di lingkungan gampong.
Ketua KKN Kelompok 24, Azas Darma Prasetya, mengatakan pemilihan pohon pucuk merah dilakukan karena tanaman tersebut relatif mudah dirawat, tahan terhadap panas, serta memiliki tampilan yang menarik dengan perpaduan warna merah dan hijau. “Karena pohon pucuk merah itu menampilkan warna yang menarik, merah dan hijau. Selain itu, pohon ini tahan panas dan mudah untuk dirawat. Pohon ini juga dapat membantu mempercantik Gampong Seuneubok Aceh,” ujarnya.
Ia menambahkan, pohon pucuk merah juga dapat tumbuh dengan baik dan memiliki tinggi sekitar 5 hingga 10 meter. Tanaman tersebut dapat dibentuk menjadi pagar, bentuk bola, maupun tanaman hias sehingga dinilai sesuai untuk mendukung penghijauan di lingkungan gampong.
Sebanyak 40 pohon pucuk merah tersebut dipesan dari Langsa. Selanjutnya, mahasiswa KKN 24 mempersiapkan tanaman tersebut sebagai bagian dari program kerja sebelum dilakukan penanaman di beberapa titik yang telah ditentukan.
Menurut Azas, tujuan utama kegiatan ini adalah membantu menghijaukan kembali Gampong Seuneubok Aceh karena banyak pohon yang mati setelah banjir. “Kami memilih pohon pucuk merah sebagai bagian dari program kerja karena kami ingin Seuneubok Aceh bisa menjadi hijau kembali. Setelah banjir, banyak sekali pohon yang mati,” katanya.
Sementara itu, Datok Ibrahim menyampaikan rasa senang dan bangganya terhadap mahasiswa KKN Kelompok 24 karena telah memenuhi permintaannya untuk membantu penghijauan di Gampong Seuneubok Aceh.
Ia berharap keberlanjutan perawatan pohon tetap dilakukan setelah mahasiswa KKN meninggalkan gampong. Pohon-pohon yang telah ditanam nantinya akan dirawat oleh warga dan dipantau langsung oleh Datok Ibrahim. “Harapannya pohon ini bisa tumbuh dengan baik dan disiram setiap hari. Saya juga ingin pohon-pohon ini menjadi kenangan dari mahasiswa KKN 24 di Gampong Seuneubok Aceh,” ungkapnya.
Penanaman 40 pohon pucuk merah tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi langkah awal pemulihan penghijauan Gampong Seuneubok Aceh pascabanjir. Setelah masa KKN berakhir, perawatan tanaman akan dilanjutkan oleh masyarakat bersama perangkat gampong agar pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Editor: Eny Pratiwi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar