![]() |
| (Doc. Nazrathul Munira) Mahasiswa KKN Kelompok 1 IAIN Langsa foto bersama para peserta dan warga usai pelaksanaan Festival Anak Sholeh di Desa Alur Cantik, Minggu (9/8/2026). |
Penulis: Nazrathul munira
Pendidikan karakter tidak selalu lahir dari ruang kelas. Di lingkungan masyarakat, nilai-nilai tersebut juga dapat tumbuh melalui kegiatan sederhana yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, tampil, dan berani menunjukkan kemampuan mereka. Hal inilah yang terlihat di Desa Alur Cantik, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, ketika Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar Festival Anak Sholeh pada Minggu, (09/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–15.00 WIB tersebut diisi dengan perlombaan azan, pidato, dan sambung ayat. Bagi sebagian orang, perlombaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi anak-anak yang mengikutinya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar tampil di depan orang lain, mengembangkan keberanian, sekaligus mengasah kemampuan keagamaan yang telah mereka pelajari.
Salah satu manfaat yang terlihat dari kegiatan ini adalah kesempatan bagi anak-anak untuk membangun rasa percaya diri. Tampil di depan banyak orang bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak. Ada rasa gugup, malu, bahkan takut melakukan kesalahan. Namun melalui perlombaan, mereka belajar menghadapi rasa tersebut dan mencoba menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
Salah satu peserta lomba azan, Rahmat, mengaku senang dapat mengikuti Festival Anak Sholeh. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat dirinya dan teman-temannya menjadi lebih berani untuk tampil di depan banyak orang.
“Saya sangat senang bisa ikut lomba azan dan tampil di depan banyak orang. Kegiatan ini membuat saya dan teman-teman jadi lebih berani dan makin semangat belajar agama,” ujarnya.
Pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter anak. Mereka tidak hanya belajar tentang keberanian, tetapi juga belajar menerima hasil perlombaan, menghargai peserta lain, serta tetap percaya diri ketika menghadapi tantangan.
![]() |
| (Doc. Nazrathul Munira) Peserta Festival Anak Sholeh bersama mahasiswa KKN Kelompok 1 IAIN Langsa dalam suasana penuh kebersamaan, minggu (09/08/2026). |
Festival Anak Sholeh juga menjadi salah satu cara untuk mengenalkan nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan yang lebih menyenangkan. Lomba azan, pidato, dan sambung ayat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan yang berkaitan dengan agama sekaligus memperoleh pengalaman baru.
Melalui lomba sambung ayat, misalnya, anak-anak dapat mengasah hafalan Al-Qur’an. Sementara melalui lomba azan dan pidato, mereka belajar melatih bacaan, suara, serta kemampuan berbicara di depan umum. Dengan demikian, kegiatan keagamaan tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas atau pengajian, tetapi juga dapat dikembangkan melalui aktivitas yang melibatkan keberanian dan kreativitas anak.
Humas KKN Kelompok 1 Desa Alur Cantik, Khairul Anwar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menyediakan wadah positif bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi keagamaan.
“Melalui Festival Anak Sholeh ini, kami ingin membina potensi keagamaan anak-anak sejak dini sekaligus memberikan motivasi agar mereka semakin dekat dengan nilai-nilai islami,” ujarnya.
Di balik perlombaan yang berlangsung selama satu hari, Festival Anak Sholeh juga menjadi ruang pertemuan antara anak-anak, mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Desa Alur Cantik. Kehadiran masyarakat yang memberikan dukungan kepada para peserta menunjukkan bahwa kegiatan anak-anak dapat menjadi bagian dari kehidupan sosial di desa.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Alur Cantik, Tengku Majid, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN Kelompok 1 IAIN Langsa. Menurutnya, kegiatan islami seperti Festival Anak Sholeh memberikan manfaat dalam membangun mental, keberanian, dan karakter positif anak-anak di desa.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa KKN tidak hanya dapat menjadi bagian dari program kerja, tetapi juga dapat membuka ruang interaksi dan kerja sama dengan masyarakat. Ketika masyarakat ikut terlibat dan memberikan dukungan, kegiatan yang sederhana pun dapat memiliki makna yang lebih luas.
Meski memberikan pengalaman positif, kegiatan seperti Festival Anak Sholeh juga menghadirkan tantangan mengenai keberlanjutan. Masa pelaksanaan KKN memiliki batas waktu sehingga pendampingan mahasiswa terhadap masyarakat tidak dapat berlangsung selamanya.
Karena itu, manfaat kegiatan akan menjadi lebih besar apabila semangat yang telah dibangun dapat diteruskan oleh masyarakat setempat. Kegiatan mengaji, pembinaan anak-anak, maupun perlombaan keagamaan dapat terus dikembangkan melalui dukungan orang tua, tokoh agama, pemuda, dan lembaga pendidikan keagamaan di desa.
Festival Anak Sholeh pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang lomba. Lebih dari itu, kegiatan ini memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar tampil, berani mencoba, mengenal nilai-nilai keagamaan, dan mendapatkan dukungan dari lingkungan mereka.
Melalui Festival Anak Sholeh, Mahasiswa KKN Kelompok 1 IAIN Langsa menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Harapannya, semangat belajar dan keberanian yang tumbuh dari kegiatan tersebut tidak berhenti ketika perlombaan selesai, tetapi terus berkembang menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan anak-anak Desa Alur Cantik.
Editor: Ade Nurhmahdiyyah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar