Breaking News
recent

MENUMBUHKAN HARAPAN MELALUI KEBUN HIDROPONIK BUMDES BANJARAN RAYA

(Doc. Saifa Nazila)
Mahasiswa KKN IAIN Langsa kelompok 14 menunjukkan bibit kangkung siap tanam yang akan dipindahkan ke 600 lubang tanam instalasi, rabu (22/07/2026).


Penulis: Ainun Mardiah 

Kebun hidroponik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Banjaran Raya menjadi salah satu potensi lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sarana pertanian produktif dan mendukung ketahanan pangan desa. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, fasilitas hidroponik yang sebelumnya tersedia mulai dioptimalkan kembali agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan sekitar 600 lubang tanam, kebun tersebut digunakan untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi.

Pemanfaatan kebun hidroponik ini berawal dari hasil pengamatan mahasiswa bersama Pemerintah Desa Banjaran Raya terhadap potensi yang dapat dikembangkan selama pelaksanaan KKN. Pada Rabu (22/07/2026), mahasiswa melakukan koordinasi dan melihat kondisi fasilitas hidroponik yang tersedia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa instalasi tersebut memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan kembali melalui pengelolaan yang tepat. Oleh karena itu, mahasiswa bersama pemerintah desa melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembersihan area kebun, penataan instalasi, hingga mempersiapkan media tanam.

Pengembangan kebun hidroponik tidak hanya berfokus pada proses penanaman, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran akan pentingnya pemanfaatan fasilitas desa secara berkelanjutan. Melalui sistem hidroponik, masyarakat dapat melakukan budidaya tanaman dengan penggunaan lahan yang lebih efisien dibandingkan metode pertanian konvensional. Hal ini menjadi salah satu solusi bagi desa dalam mengembangkan sektor pertanian meskipun memiliki keterbatasan lahan.

Setelah proses persiapan dilakukan, mahasiswa bersama pemerintah desa mulai menanam bibit kangkung, bayam, dan sawi pada sekitar 600 lubang tanam yang tersedia. Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan kerja sama antara mahasiswa dan pihak desa. Selain penanaman, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap proses perawatan, seperti pemantauan pertumbuhan tanaman, menjaga kebersihan instalasi, serta memastikan kebutuhan nutrisi tanaman tetap terpenuhi.

(Doc Saifa Nazila)
Dari bibit kecil yang dirawat dengan penuh harapan, tumbuh langkah sederhana menuju manfaat besar bagi desa, rabu (22/07/2026)

Perkembangan tanaman mulai terlihat pada 2 Agustus 2026. Bibit yang sebelumnya masih berukuran kecil mulai tumbuh dengan baik pada instalasi hidroponik. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa fasilitas yang dimiliki BUMDes Banjaran Raya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Keberadaan kebun hidroponik dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi desa melalui pengelolaan yang berkelanjutan. Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, hasil budidaya juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi yang dapat mendukung kegiatan BUMDes. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada proses awal penanaman, melainkan juga membutuhkan komitmen dalam perawatan, pengelolaan hasil panen, serta keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Program optimalisasi kebun hidroponik BUMDes Banjaran Raya menunjukkan bahwa fasilitas desa yang tersedia dapat menjadi aset produktif apabila dikelola dengan baik. Peran mahasiswa dalam kegiatan ini bukan hanya membantu proses budidaya, tetapi juga memberikan dorongan agar potensi lokal dapat kembali dimanfaatkan. Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat, kebun hidroponik diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sumber manfaat bagi ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas desa.

Editor: Ade Nurhmahdiyyah 

Admin

Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.