(Doc. Rena Zahra)
Penulis : Rafiqah Muti
Teluk Kemiri, Zawiyah News — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Teluk Kemiri Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar dua hari Festival Anak Sholeh yang menjadi salah satu program kerja yang ditujukan untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas melalui kegiatan yang bernilai Islami dan edukatif di Desa Teluk Kemiri, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Minggu, (16/8/2026).
Festival Anak Sholeh menghadirkan tiga cabang perlombaan, yaitu lomba azan, lomba tahfidz, dan lomba mewarnai. Lomba azan dan tahfidz diperuntukkan bagi anak-anak kelas 4 sampai 6. Pada cabang tahfidz, peserta diuji kemampuan hafalan surah mulai dari Surah Ad-Dhuha hingga Surah An-Nas. Sementara itu, lomba mewarnai diperuntukkan bagi anak-anak kelas 1 sampai 3.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB dengan acara pembukaan Festival Anak Sholeh. Pembukaan dihadiri oleh mahasiswa KKN Kelompok 21, anak-anak peserta lomba, serta masyarakat Desa Teluk Kemiri. Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba azan dan tahfidz.
Kegiatan dilanjutkan pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB dengan lomba mewarnai bagi peserta kelas 1 sampai 3. Berbeda dengan cabang lomba sebelumnya, kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui warna. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan menunjukkan kreativitas masing-masing.
Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai, panitia melanjutkan kegiatan dengan pengumuman pemenang dari masing-masing cabang lomba. Para peserta yang berhasil meraih juara mendapatkan apresiasi dari panitia sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan keberanian mereka dalam mengikuti perlombaan.
Ketua Panitia Festival Anak Sholeh, Achmad Trisa Aulia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif aktivitas positif bagi anak-anak. "Kami berharap melalui Festival Anak Soleh ini, anak-anak semakin percaya diri untuk menunjukkan kemampuan mereka, mencintai Al-Qur’an dan ajaran Islam, serta terus menjadi generasi yang berakhlak mulia. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, tetapi pengalaman, semangat belajar, dan keberanian untuk tampil adalah hal yang paling berharga".
Mahasiswa KKN Kelompok 21 berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di Desa Teluk Kemiri. Dengan adanya kegiatan yang melibatkan anak-anak secara aktif, lingkungan desa dapat menjadi ruang yang mendukung proses belajar, pengembangan bakat, dan pembentukan karakter Islami sejak dini.
Editor : Sayyida Nafisa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar